Kaltara

Harun Masiku Diburu hingga ke Kaltara

Harun Masiku
  • Kapolda: Belum Ada Tanda-Tanda Keberadaannya

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Politisi PDIP Harun Masiku yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) juga diburu hingga di Kaltara. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Brigjend Pol Indrajit menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polres di wilayah hukumnya, untuk turut mencari buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Pencarian tersangka kasus suap KPU ini dilakukan menyusul adanya perintah langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Kapolda mengatakan, seluruh titik-titik rawan seperti bandara maupun pelabuhan yang ada di wilayah hukum Polda Kaltara telah dijaga ketat jajarannya.

Hanya saja, Polda Kaltara tidak berencana membentuk tim khusus terkait pencarian Harun Masiku. Saat ini, setiap jajaran Polres hanya menjalankan tugas tersebut seperti biasanya mencari orang yang masuk ke dalam DPO tersebut.

“Kita juga di sini sudah menyebar foto DPO untuk mencari yang bersangkutan. Itu kan sudah instruksi, DPO nya sudah ada. Tindaklanjuti juga kita ke jajaran,” kata Kapolda saat diwawancara awak media, Kamis (13/2/2020).

Dikatakan Indrajit, apabila memang Harun Masiku tertangkap di wilayah Kaltara, ia tentu akan langsung melakukan koordinasi dengan Mabes Polri lalu kemudian diserahkan kepada pihak KPK sebagaimana hukum yang berlaku. Namun, Kapolda mengungkapkan, semenjak keluarnya perintah pemburuan Harun Masiku di seluruh wilayah di Indonesia, hingga keberadaanya belum terdeteksi hingga di Kaltara.

“Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda yang bersangkutan berada di Kaltara. Tapi kalau memang ada, pasti kita akan tangkap. Saya juga sudah perintahkan kepada seluruh jajaran,” ungkap Jenderal Polisi berpangkat bintang satu di pundaknya itu.

Ditegaskannya, jajaran kepolisian masih tetap akan menjalankan instruksi dari Kapolri mengenai pemburuan Harun Masiku. Bahkan, ia menegaskan, seluruh personelnya sudah diperintahkan untuk mencari hingga ke pelosok perbatasan Kaltara. “Yang pasti kita pasti melaksanakan perintah Kapolri. Saya sudah mengarahkan anggota untuk mmbantu menangkap. Semua kegiatan anggota juga pasti ada laporan dan informasi,” imbuhnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memang telah memerintahkan kepada 34 Polda dan 504 Polres di seluruh Indonesia. Harun sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap pergantian anggota DPR RI melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW). (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho