Nunukan

Harga Rumput Laut di Nunukan Masih Normal

Pengiriman rumput laut di Nunukan menggunakan kapal Pelni untuk diberangkatkan ke Sulawesi. (foto: Asrin/Koran Kaltara)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sejak beberapa bulan ini, harga rumput laut di Kabupaten Nunukan masih normal. Pemudidaya sekaligus pengusaha rumput di Nunukan, Kamarudin mengatakan harga beli di pembudidaya masih diharga Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram (kg), sesuai kadar air dan permintaan konsumen.

“Alhamdulillah, harga cukup lumayan bagi petani,” terangnya kepada Koran Kaltara, Rabu (9/10/2019) sore.

Namun, kata dia, seluruh pembudidaya masih berharap harga jual rumput laut bisa naik lagi. Sebab, naiknya harga rumput laut membuat petani lebih semangat meningkatkan hasil produksinya.

“Kita harapkan harganya tidak turun lagi. Kalau bisam ya harga naik lah. Karena ini juga membantu perekonomian masyarakat petani,” ujarnya.

Menurutnya, aktifitas rumput laut di Kabupaten Nunukan semakin meningkat. Sebab, potensi usaha rumput laut semakin menjanjikan. “Sekarang, semakin banyak masyarakat beralih ke rumput laut. Karena rumput laut ini salah satu komoditad unggulan Kabupaten Nunukan,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, di wilayah Nunukan Selatan, hampir semua masyarakat menjadi petani rumput laut. Apalagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai sangat banyak. “Belum lagi di perkotaan juga ada pembudidaya rumput laut. Karena, tidak semua pembudidaya rumput laut asli Nunukan, ada juga dari Sulawesi,” jelasnya.

Dalam sebulan, lanjut dia, di wilayahnya bisa menghasilkan 3 ribu ton rumput laut kering dan siap dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia.

“Di Kabupaten Nunukan tidak mengenal musim. Hampir setiap hari, ada saja yang panen. Jadi tidak pernah putus panennya,” tambahnya.

Dia mengatakan, bahwa rumput laut dari Nunukan banyak dikirim ke Sulawesi dan Surabaya, dengan menggunakan kapal resmi Pelni maupun swasta.  (*)

Reporter : Asrin

Editor : Sobirin