Bulungan

Harapkan ADD dan Dana Desa untuk Tangani Stunting

Salah satu yang perlu dilakukan dalam rangka pencegahan stunting adalah membangun fasilitas jamban. (Foto : Ike Julianti/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Sebagai upaya menurunkan angka  stunting (bayi dengan tumbuh kembang kurang) di Bulungan, diharapkan seluruh pihak bisa bersinergi. Termasuk jajaran pemerintahan di tingkat desa. Selain memberikan pemahaman kepada masyarakat, upaya pencegahan juga diperlukan biaya untuk pemenuhan insfrastruktur pendukung. Di tingkat desa, diharapkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD maupun Dana Desa dari APBN bisa dimanfaatkan untuk program tersebut.

Staf Ahli Bupati Bulungan bidang kemasyarakatan dan SDM Errin Wiranda menyampaikan, sejauh ini masih cukup sulit memfasilitasi desa dalam pemenuhan jamban–sebagai salah satu fasilitas yang harus dipenuhi, agar tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan. Sebab fasilitas tersebut (jamban) dinilai berpengaruh pada lingkungan yang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.

“Mungkin untuk memfasilitasi pembangunan jamban di desa, bisa dilakukan melalui ADD dan dana desa. Kemudian untuk di kelurahan juga sudah ada dana kelurahan. Tapi nanti coba dicari tahu lagi apakah dana keluarahan itu, bisa untuk memfasilitasi jamban keluarga itu,” ujarnya dalam rapat bersama upaya pencegahan stunting, Kamis (23/1/2020).

Selain itu, dirinya juga menghimbau terkait program penurunan dan pencegahan stunting, bisa disampaikan hingga ke desa. Sehingga erbagai program yang ada, bisa turut dilakukan di tingkat desa.

Terkait itu, dalam ksempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulungan M. Sattar menegaskan, sejauh ini pengalokasian anggaran, khususnya pada 2021 mendatang, bahwasanya kegiatan terkait pencegahan stunting, akan menjadi syarat dalam pencairian ADD. “Dana yang dialokasikan di desa, pada 2021 nanti, pencegahan stunting merupakan persyaratan. Apabila itu tidak dianggarkan, dimungkinkan tidak bisa dicairkan dana berikutnya,” kata M Sattar.

Menurutnya, persoalan penanganan stunting di desa, merupakan hal yang sangat prioritas. “Kita sudah lakukan, sehingga selanjutnya tinggal bagaimana berbuat. Pastinya saat ini di 74 desa di Bulungan, itu kita upayakan,” sebutnya.

Seperti diketahui, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Hal itu disebabkan beberpa faktor termasuk pola hidup dan lingkungan. (*)

Reporter : Nurjannah

Editor : Eddy Nugroho