Politik

Hanya Tarakan Rekrut PPK Gunakan CAT

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami dan komisioner lainnya Hariyadi Hamid dan Teguh Dwi Subagyo. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berdasarkan tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020, penyelenggara tengah melakukan perekrutan badan adhoc, yakni PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Di Kalimantan Utara (Kaltara), terdapat lima daerah yang sedang menerima pendaftaran penyelenggara di tingkat kecamatan tersebut.

Proses perekrutan diawali dengan pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi berupa tes tertulis dan wawancara.

Berdasarkan arahan KPU RI, untuk tes tertulis dapat dilakukan dengan dua model, yakni secara manual seperti penerimaan tahun-tahun sebelumnya, atau bisa dengan sistim CAT (computer assisted test).

“Jadi tes tertulis ada dua model. Bisa CAT bisa juga dengan cara konvensional (manual) seperti biasanya,” kata Komisioner KPU Kalimantan Utara (Kaltara) Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Hariyadi Hamid.

Berdasarkan laporan KPU kabupaten dan kota, baru satu daerah yang siap menerapkan CAT di Kaltara, yakni Kota Tarakan. Sedangkan empat daerah lain yakni Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung masih menggunakan sistem manual.

“CAT hanya di Tarakan. Kami sudah cek, yang daerah lainnya manual. Pertimbangannya soal jaringan, keamanan soal, termasuk kondisi geografis,” bebernya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Kabupaten Tana Tidung sempat merencanakan gunakan sistem CAT. Hanya saja, kondisi geografis tidak memungkinkan. “KTT pertimbangan akhirnya tidak siap,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami juga menegaskan terkait perekrutan PPK harus berintegritas. Pasalnya, untuk menciptakan pemilihan berintegritas, maka penyelenggara juga harus berintegritas.

“Kami berharap masyarakat dapat mengawasi juga proses perekrutan PPK ini. Silahkan laporkan jika ada calon PPK yang terlibat partai politik dan lain-lain untuk kami tindaklanjuti,” katanya belum lama ini. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Hariadi