Headline

Hanya Satu Bakal Paslon Independen Serahkan Dukungan

Ketua KPU Suryanata Al-Islami dan dua komisioner lainnya saat memberikan keterangan kepada media pada malam terakhir batas penyerahan dukungan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Dari Dua LO yang Minta Akun, Hafid – Makinun Diterima, Anang – Ismit Tidak Sempat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Tahapan penyerahan syarat dukungan untuk bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2020 telah berakhir. Waktu yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan ketentuan, yakni sejak Tanggal 16 Februari 2020 sampai pada 19 Februari 2020 setiap hari Pukul 08.00 Wita sampai Pukul 16.00 Wita. Kemudian hari terakhir pada Tanggal 20 Februari 2020, sejak buka di Pukul 08.00 Wita, berakhir pada Pukul 24.00 Wita.

Sampai waktu pada penutupan tahapan penyerahan, hanya ada satu bapaslon serahkan dukungan, yakni pasangan Abdul Hafid Achmad – Makinun Amin pada Hari Kamis (20/2/2020). Padahal sebelumnya, ada dua LO alias penghubung bapaslon yang meminta akun di aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) di KPU Kaltara. Yaitu LO dari Hafid – Makinun dan LO dari pasangan Anang Dachlan Djauhari – Ismit Mado.

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami mengemukakan, dari dua bapaslon yang telah mendapatkan akun dan password tersebut, ditunggu hingga Pukul 24.00 Wita, pasangan Anang – Ismit tidak kunjung datang menyerahkan dukungan.

“Yang satu (Hafid – Makinun) sudah kemarin (19/2/2020) sudah datang menyerahkan. Yang satu (Anang – Ismit) kita tunggu sampai Pukul 24.00 (Wita) sampai berakhir itu tidak datang ke KPU. Tadi (Kamis malam) timnya sempat ada datang, sempat konsultasikan beberapa hal. Tapi sampai batas waktu akhir tidak ada lagi yang datang. Jadi berdasarkan catatan di buku penerimaan bakal calon perseorangan, untuk Kaltara hanya satu bakal calon yang menyerahkan dan sudah diberikan tanda terima dan berita acara,” jelas Surya-sapaan akrab Ketua KPU Kaltara.

Lebih jauh dijelaskan Komisioner KPU Kaltara Divisi Teknis Penyelenggaraan Teguh Dwi Subagyo, pasangan Hafid – Makinun telah mendapatkan tanda terima dari KPU. Selanjutnya, akan dilakukan proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh penyelenggara. Sedangkan pasangan Anang – Ismit, diakuinya dinyatakan tidak memasukkan berkas dukungan, sehingga tidak berlanjut sebagai bapaslon independen.

“Dia (tim Anang – Ismit) datang sekitar jam 10 (22.00) kurang 15 menit. Jadi yang dia konsultasikan melaporkan bahwa masih dalam proses offline. Artinya masih proses input kemudian baru mau di-online-kan.  Saya bilang, prinsipnya sama dengan yang lain, bahwa kami akan menerima sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” terangnya.

Setidaknya, lanjut teguh, bapaslon menyerahkan formulir B.1-KWK yang berisi surat pernyataan dukungan, formulir B.1.1-KWK yang merupakan pernyataan daftar nama yang berisi masing-masing pendukung tiap kelurahan atau desa serta B.2-KWK yang merupakan rekapitulasi dukungan. Namun, hal tersebut tidak kunjung diserahkan hingga batas terakhir tahapan.

“Dan kemudian kami tunggu, ternyata jam 11.20 (23.00 Wita) baru muncul di silon. Baru di-online-kan sebanyak 22.625 dukungan. Artinya masih separuh dari batas minimal (45.011 dukungan). Belum lagi meng-input lagi yang lain, kemudian masih nge-print lagi dan sebagainya. Terus menjelang jam 12 (24.00 Wita) kurang seperempat, LO menelepon meminta arahan kebijakan. Saya bilang tetap sesuai dengan aturan bahwa kami menunggu sampai jam 12 (24.00 Wita). Ternyata mungkin tidak memungkinkan hingga jam 12 (24.00 Wita) mereka tidak datang,” beber Teguh.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kaltara Andi Siti Nuhriyati dikonfirmasi membenarkan hanya ada satu yang serahkan berkas dukungan. Pasalnya, satu bapaslon lain yang juga telah menerima akun tidak menyerahkan berkas hingga batas terakhir. Dari sisi pengawasan, ia menegaskan, KPU sudah menjalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau kami secara normatif tugas kami mengawasi. Dan dari hasil (pengawasan), bakal (pasangan) calon perseorangan di Pilgub Kaltara 2020 hanya ada satu orang (yang diterima berkas dukungannya). Dan kami dari Bawaslu terus melakukan pengawasan melekat,” ujarnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari