Politik

Hanura Dapat 5 Kursi di Kaltara

Massa pendukung Partai Hanura. (Foto: Ilustrasi/Internet)
  • Mulai Susun Strategi untuk Pilgub 2020

TARAKAN, Koran Kaltara – Berdasarkan hasil penetapan perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara, Partai Hanura dipastikan mendapat 5 kursi di DPRD Kaltara. Keberhasilan ini membuat partai yang dikomandoi oleh Oesman Sapta Odang ini mulai melakukan penyusunan strategi, untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tarakan, Effendy Djuprianto mengatakan bahwa partainya mendapatkan 5 kursi di Kaltara yang terdiri dari 1 kursi dari Tarakan, 2 Nunukan, 1 Malinau, dan 1 kursi didapat dari daerah pemilihan  Bulungan. Meskipun hanya ada peningkatan 1 kursi dari Pemilu 2014, namun Hanura mengaku akan memegang kendali dalam pilkada 2020 mendatang.

Hal ini juga didukung dengan adanya tokoh-tokoh yang banyak dikenal oleh masarakat dalam tubuh Hanura, sehingga ada keyakinan bakal calon yang akan diusung  mampu menguasai suara. Meskipun demikian, Effendy menyebutkan bahwa  Hanura akan menjalin koalisi dengan partai politik lain.

“Tahun depan sudah pilkada, namun kemungkinan besar Hanura akan melakukan koalisi dengan partai lain. Soal figure, kita banyak tokoh yang kemungkinan besar akan kita dorong maju di Kaltara, ada pak Ingkong Alla,Udin Hinggio, Asmin Laura Hafid, dan beberapa tokoh lainnya yang akan menjadi kandidat,” terangnya, Kamis (9/5/2019).

Walaupun memiliki figur yang mampu mengait banyak suara, namun  Hanura tetap menggunakan survei sebelum menentukan bakal calon yang akan diusung. Dengan melihat potensi internal dan eksternal, karena tidak menutup kemungkinan yang akan diusung yang berasal dari luar partai.

“Nanti kita survei dulu, kita akan buka pendaftaran bakal calon dan melakukan survei, dan yang daftar akan dilihat kemampuan dan popularitasnya di masyarakat. Nantinya calon yang daftar siapa saja dan jumlahnya ada berapa, dan tidak ada batasan, baik internal maupun eksternal partai boleh mendaftar. Sebagai bakal calon gubernur maupun wakil gubernur yang bakal diusung oleh  Hanura,” urainya.

Tim survei akan menggunakan komposisi, 2 perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura dan 3 orang perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Kaltara. Tim inilah yang akan menggodok nama-nama pendaftar bakal calon, untuk diseleksi.

“Meskipun potensi mengusung kader sendiri cukup besar, tetapi berdasarkan kacamata saya sebagai Bapilu, masih ada kemungkinan bakal calon yang berasal dari luar partai. Karena partai ini tidak akan menutup diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.Berdasarkan pengalaman di 2014, calon yang diusung Hanura kalah dalam pemilukada, hingga kemenangan diraih oleh pasangan Irianto Llambrie dan Udin Hianggio. Selain Tarakan, basis Hanura berada di Nunukan, Bulungan, dan Malinau. Ini yang menjadi model Hanura percaya diri dalam Pilkada 2020 mendatang. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Hariadi