Hukum Kriminal

Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Sabu

Saksi dari pemohon Praperadilan, kakak kandung MR alias WW yang mengakui penyidik BNNK hanya menunjukkan surat tugas sebelum melakukan penggeledahan. (Foto : Dokumen/Koran Kaltara)
  • Kuasa Hukum Ajukan Keberatan

TARAKAN, Koran Kaltara – Hakim Praperadilan Mahyudin Igo membacakan putusan atas permohonan Praperadilan dari tersangka sabu berinsial MR alias WW, dalam sidang di Pengadilan Negeri Tarakan, Selasa (28/5/2019).

Dalam putusannya, Hakim menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan MR melalui kuasa hukumnya, Rabshody Roestam, Nunung Tri Sulistyawati dan Nazamuddin.

“Menyatakan menolak semua permohonan dari pemohon praperadilan,” ujar Mahyuddi Igo, di persidangan.

Hakim berpendapat, proses penangkapan MR alias WW di rumahnya sudah sesuai dengan prosedur. Soal keterangan Ketua RT yang mengaku hanya melihat satu surat, namun tidak dibacakan petugas BNNK saat melakukan penangkapan juga turut dipertimbangkan Hakim.

Menurut Hakim, dari keterangan saksi petugas penangkap mengatakan membawa dua surat, surat tugas dan surat penangkapan sudah terkonfirmasi di persidangan.

Nunung Tri Sulisytawati, kuasa hukum MR mengatakan tetap menghormati semua pertimbangan Hakim sebelum menjatuhkan putusannya.

“Pada prinsipnya, dari fakta yang kami temukan di persidangan, kami menilai memang sudah ada pelanggaran kode etik. Dalam waktu dekat, kami akan mengajukan keberatan ke Bidang Pengawasan Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim di Samarinda,” ujarnya, ditemui usai sidang.

Namun, tim kuasa hukum tidak sependapat dengan pertimbangan Hakim bahwa proses penangkapan MR adalah sah. Nunung mengungkapkan surat yang dibawa petugas untuk melakukan penangkapan hanya satu surat, dan tidak membawa surat penangkapan atau penggeledahan.

“Dalam fakta persidangan cuma satu (surat tugas), surat penggeledahan dan surat penangkapan itu tidak ada. Tapi, kami tetap menghargai putusan dan kebijakan Hakim praperadilan untuk saat ini dibacakan. Hanya intinya, selama perjalanan sidang banyak fakta ada keberpihakan dari Hakim Praperadilan. Makanya, kami akan ajukan keberatan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, MR alias WW mengajukan permohonan Praperadilan penetapannya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Tarakan. Sebelumnya, MR tersangkut kasus dugaan kepemilikan sabu yang diungkap BNNK Tarakan, 2 Mei lalu. Penangkapan MR ini setelah petugas BNNK menangkap YL dengan barang bukti alat hisap sabu atau bong dan 0,42 gram sabu.

Ada 17 alasan permohonan praperadilan, salah satunya pemohon menderita penyakit mata yang akut, dan mengakibatkan kedua matanya tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Pemohon juga mengalami kebutaan untuk seumur hidupnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi