Hukum Kriminal

Hakim Tolak Eksepsi Penasehat Hukum Midun

Terdakwa Midun, saat mendengarkan putusan sela yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Yudhi Kusuma di Pengadilan Negeri Tarakan, Rabu (12/2/2020). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Terdakwa Midun, pemilik 12 galon bercampur metamphetamine, bahan pembuatan sabu terpaksa harus melanjutkan sidang pekan depan. Hal ini setelah eksepsi terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diajukan terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Nunung Tri Sulistyawati dan Nazamuddin di persidangan ditolak majelis hakim.

Dalam eksepsi ini, Penasehat Hukum menyebut dakwaan Jaksa kabur dan meminta Midun dibebaskan dari segala tuntutan. Sebelumnya, JPU mendakwa Midun dengan pasal primer 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika, subsider pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Intinya, dalam putusan sela di persidangan tadi (12/2/2020), Majelis Hakim menolak dan tidak dapat menerima eksepsi yang disampaikan Penasehat Hukum Midun. Memerintahkan kepada JPU, untuk membuktikan surat dakwaannya. Jadi, sidang dilanjutkan dan pekan depan sidang diagendakan mendengarkan keterangan saksi dari JPU,” kata Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Rabu (12/2/2020).

Nazamuddin, Penasehat Hukum Midun mengungkapkan dalam eksepsinya menyoroti tidak jelasnya barang bukti sabu seperti yang didakwakan JPU. Kemudian, penempatan penahanan terdakwa yang disebut JPU di Rutan Polda Kaltara.

“Padahal, kan selama ini Midun dalam tahanan BNNP, bukan di Polda. Tapi, dalam surat dakwaan menyebutkan terdakwa ditahan di Rutan Polda Kaltara. Padahal kan Midun ini tangkapan BNNP. Jaksa juga tidak bisa menyebutkan barang bukti yang didakwakan,” tuturnya.

Untuk diketahui, Midun ditangkap aparat gabungan dari BNNP Kaltara dan Bea Cukai Tarakan pada 10 Agustus lalu. Midun awalnya diduga baru saja menerima 4 kg sabu dari rekannya, berinisial AD yang saat ini juga sedang menjalani persidangan. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Hariadi