Bulungan

Gunakan Jalan Umum, Mobilisasi Alat Harus Ada Izin

Bupati Bulungan, Sudjati
  • Bupati Belum Tahu Kapan Pembangunan Konstruksi Bendungan PLTA

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh PT. Kayan Hidro Energy (KHE) di wilayah Peso, sampai saat ini masih dalam tahap persiapan. Terkait progres kelanjutannya, Bupati Bulungan Sudjati menyampaikan, walaupun beberapa izin kelengkapan dan realisasi di lapangan sudah diperoleh pihak investor, namun dirinya belum tahu kapan realisasi pembangunan konstruksi bendungan dimulai. Pasalnya, izin keamanan bendungan, kata dia, masih belum ada kepastian.

“Izin PLTA yang oleh PT.KHE sudh klir, tinggal izin bendungannya belum tahu. Itu dari Kementerian PU-PR. Sehingga kapan dimulai, kita belum tahu juga,” ujarnya kepada Koran Kaltara.

Bupati mengatakan, untuk melakukan proses pembangunan fisik, pihak investor nantinya akan menggunakan akses jalan darat, sebagai sarana mobilisasi alat berat dan kelengkapan lainnya. Dan untuk itu juga diperlukan izin dari Pemkab Bulungan.  Hingga saat ini, diakui Sudjati, hal itu juga belum dibahas secara intens.

“Ada beberapa itu belum kita bahas secara teknisnya. Termasuk nantinya izin galian C melalui provinsi. Nah untuk yang mobilisiasi juga belum ada pembahasan,” katanya.

Meski sebelumnya direncanakan Mei-Juni 2019 ini akan segera realisasi fisik, Bupati menegaskan, hal itu juga masih gantung alias belum ada kepastian kapan dimulai. “Ya, mudahan bisa lancarlah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, realisasi pembangunan PLTA itu untuk awal akan membangun bendungan PLTA Kayan I, dengan kapasitas 900 megawatt. Itu sebagai langkah awal untuk memenuhi lima bendungan yang direncanakan, hingga nantinya bisa menghasilkan energi hingga 9000 megawatt.

“Sejauh ini infonya, terkait kesiapan lahan sudah selesai. Persiapan sudah ada. Tinggal nantinya mobilisasi itu seperti apa, izin galian C-nya, pengurukan dan lain-lain tapi itu di provinsi. Sementara untuk jalur mobilisasi izinnya ke kita, itu perlu dilengkapi. Izin lalulintas mobilisasi lah itu namanya,” imbuh bupati. (*)

Reporter : Nurjanah
Editor : Eddy Nugroho