Tarakan

Gagal Buang Sabu, Tiga Nelayan Masuk Bui

TIGA orang nelayan ini tertangkap saat hendak membuang barang bukti sabu ke bawah tempat tidur dan jendela saat dilakukan penggerebekan Senin (11/2/2019) di Jalan Binalatung. (Foto: Sahida Koran Kaltara)
  • Konsumsi Sabu untuk Penambah Stamina

TARAKAN, Koran Kaltara Transaksi narkoba jenis sabu di Jalan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal digagalkan tim Opsnal Sat Reskoba Polres Tarakan, Senin (11/2/2019) sekira pukul 23.00 Wita. Kasat Reskoba AKP Danang Yudanto mengatakan, pengungkapan ini hasil dari kerja sama dengan masyarakat sekitar.

“Kami dapat informasi kalau di RT 10 ini sering ada transaksi narkoba jenis sabu. Kami tindaklanjuti dan ditemukan tiga orang pelaku didalam sebuah rumah dan akan melakukan transaksi,” ujarnya, dikonfirmasi kemarin (13/2/2019).

Dari tiga orang tersangka ini, ditemukan barang bukti 2,46 gram sabu. Hasil pemeriksaan, sabu ini milik satu orang tersangka, PL dikenakan pasal 112 ayat 1 junto pasal 114 ayat 1 Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara, HR dan HM dikenakan pasal 127 Undang-undang tentang Narkotika.

“Waktu kami melakukan penggerebekan, salah satu tersangka sempat mau mencoba untuk membuang barang bukti dibawah tempat tidur dan jendela. Setelah kami melakukan penyisiran baru berhasil menemukan barang buktinya,” bebernya.

AKP Danang menduga, ketiganya didalam rumah belum digunakan untuk pesta sabu. Namun, menurut keterangan salah satu tersangka, sabu ini baru dibeli dari seseorang namun tidak dikenalnya. Penjual ini hanya datang jika PL memesan, namun tidak ada komunikasi diluar pesanan sabu.

“Dari pengakuan tersangka PL kalau mau beli ada yang antarkan. Nanti, sabu akan dikemas lagi dalam ukuran kecil dan dijual lagi kepada para nelayan. Jadi, kalau beli dua gram, setengah dijual dan setengahnya lagi dipakai sendiri,” ungkap Kasat Reskoba.

Menurut pengakuan PL lagi, ia membeli sabu seharga Rp1,8 juta untuk 3 gram sabu. Dari sabu yang sudah menjadi barang bukti, sekitar 1 gram lebih sudah ada yang beli dan ada juga yang sudah dipakai sendiri.

“Hasil pemeriksaan, PL ini yang kami duga pengedar. Sedangkan dua orang lagi patut diduga sebagai pengedar, tapi waktu kami tangkap kan tidak ada barang bukti, waktu tes urine positif pengguna sabu tetap kami proses,” tandasnya.

Ketiga tersangka juga merupakan pemain lama, tapi bukan residivis. “Para tersangka ini nelayan juga, jadi alasan menggunakan sabu ya supaya kuat kerja begitu,” katanya. (*)

Reporter : Sahida
Editor : Rifat Munisa