Politik

Fokus Usaha, Ketua DPRD Tarakan Pamit dari Dunia Politik

Salman Aradeng

TARAKAN, Koran Kaltara – Ketua DPRD Tarakan, yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN), Salman Aradeng secara tegas pamit mengundurkan diri dari dunia politik, saat memimpin sidang paripurna pengesahan enam raperda. Menurutnya, puncak karir di legislatif adalah menjadi Ketua DPRD. Hal itu sudah dicapainya sehingga dia akan mencari peluang lain selain di dunia politik.

“Pertama tentu ucapan terima kasih tidak terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat Tarakan. Selama lima tahun ini sudah mengamanahkan kepada saya sebagai wakil rakyat hingga sampai puncak pimpinan. Terima kasih semuanya dan permohonan maaf jika selama menjalankan tugas banyak kekurangan, sebagai menusia biasa saya mohon maaf sehingga kedepan legislatif dan eksekutif bisa lebih baik,” terangnya, Rabu (7/8/2019).

Setelah 12 Agustus maka dia akan kembali ke ‘dunia’ awalnya, yakni menjadi pengusaha serta fokus kepada keluarga. Ucapan terima kasih juga dia katakan kepada Pemerintah Kota Tarakan beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi pemerintah lainnya yang selama ini telah menjalin kerja sama.

“Mohon doanya, mudah-mudahan sukses di tempat lain. Saya dari kecil diajarkan filosofi ketika orang sudah berada di puncak harus turun, ketika batas maksimal sudah dicapai kembali titik dimulainya pendakian. Hanya ada faktor apakah hari ini atau besok untuk melakukan ini, dan hidup adalah pilihan. Dan saya menikmati hidup dan mensyukurinya,” ucapnya.

Disinggung mengenai usaha apa yang akan dikembangkan, Salman justru memberikan ilustrasi bahwa dirinya akan kembali mendaki gunung lainnya. Karena menganggap bahwa karirnya sebagai politikus sudah mencapai puncak tertinggi, yaitu ketua DPRD. Ditanya apakah akan mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala daerah, Salman tidak menjawab, hanya minta tunggu hingga 2024.

“Mendaki itu tidak mudah, butuh perjuangan. Tetapi tidak ada yang mustahil makanya mengalirlah seperti air hingga ke muara. Saya sementara break dulu, tetapi saya akan mencoba mendaki gunung lainya tetapi belum tahu mana yang akan saya daki,” ucapnya.

Meskipun mengaku belum diajak komunikasi oleh bakal calon kepala daerah, namun Salman menegaskan jika ingin maju sebagai eksekutif dirinya tidak mau menjadi nomor dua atau wakil. Dirinya harus menjadi nomor 1 karena sudah menjadi tabiat dirinya yang harus menjadi yang pertama.

“Karir saya di legislatif sudah berakhir, tunggulah perjalanan selanjutnya. Buah nangka yang masak karena dikarbit tidak akan seenak nangka yang masak di pohon. Saya juga tidak akan memberitahukan gunung mana yang akan saya daki nanti, jangan sampai dicegat oleh penyamun sebelum nyampai puncak,” Ungkapnya.

Dalam menjalani hidup, Salman mengaku seperti main catur. Tujuan boleh sama tetapi langkah tidak boleh diketahui lawan, begitu juga dengan dunia politik yang sudah dia jalani. Yang penting mampu mencapai harapan dan impian, soal langkah harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh diketahui lawan.

“Saya juga keluar dari kepengurusan partai, menjadi simpatisan saja. Saya mengawali dengan baik dan berharap mengakhirinya dengan baik pula,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Didik Eri Sukianto