Headline

Empat Jam Berkobar, Ratusan Bangunan Ludes Terbakar

Tim Pemadam Kebakaran yang berjibaku memadamkan api, warga yang membantu memindahkan barang dagangan dan isi rumahnya ke tempat aman. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Rumah dan Kios di Pasar Batu; Taksiran Kerugian Miliaran Rupiah

TARAKAN, Koran Kaltara – Ratusan kios dan rumah warga yang ada di sekitar Pasar Batu, Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, ludes dilalap si jago merah sejak pukul 11.50 Wita, Senin (20/1/2020). Api diduga berasal dari salah satu rumah di RT.24 yang berada tidak jauh dari puluhan kios yang ada di Pasar Batu.

Kondisi pasar yang sebagian besar berbahan bangunan kayu ditambah angin kencang, membuat api dengan cepat menyebar, hampir ke semua sisi pasar tertua di Tarakan ini. Sebagian besar kios berjualan pakaian dari Malaysia. Pasar ini juga terkenal dengan penjualan produk barang dari negara tetangga ini, mulai dari sepatu, kosmetik hingga produk makanan.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran, namun beberapa warga ada yang shock dan terluka. Mereka langsung ditangani tim medis dari Polda Kaltara dan PMI maupun instansi lainnya. Kerugian materil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Salah satu warga, Nuni mengaku kepada Koran Kaltara bahwa dia mengetahui ada api dari salah satu rumah sewa di dekat rumahnya. Rumah petak warna hijau ini diakui Nuni milik Budi, yang ditinggali Nur. “Jamnya (peristiwa awal) saya kurang tahu jam berapa. Tapi, sekitar jam 11 lewat. Terus, saya lihat ke sana (titik awal api) sudah ada asap,” ungkap Nuni.

Melihat ada asap, dia langsung berteriak dan akhirnya warga yang mendengar panik dan spontan menyelamatkan barang dagangannya. Nuni mengungkapkan, saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dalam kondisi kosong.

“Biasanya anak-anak ngumpul di situ semua. Tapi, ini tidak tahu mana orangnya. Cuma saya lihat pintu belakang terbuka. Api, saya lihat dari tengah rumahnya, sepertinya itu bagian dapur. Ada bau gosong juga tercium,” sebutnya.

Posisi rumah Nuni, tepat berseberangan dengan rumah Nur yang diduga merupakan lokasi titik api. Dapur Nuni bertepatan menghadap rumah yang ditempati Nur. Karena angin kencang ke arah utara, api mengarah ke kios yang ada di Pasar Batu.

Sementara, salah satu pemilik kios yang menjadi korban, Ibat menuturkan, petugas pemadam kebakaran terlambat datang sehingga api semakin meluas. “Tidak semua barang berhasil diselamatkan. Cuma barang yang mudah dibawa saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT. 24, Sutamin mengaku saat kejadian ia sedang berada di Pelabuhan. Ia menyebutkan seluruh rumah milik warganya ludes terbakar. Terdapat sekitar 97 KK dengan 450 jiwa yang ada di RT.24. Sedangkan kebakaran ini menghanguskan seluruh RT. 24 dan sebagian RT. 1 dan RT.5.

Kepala Dinas Satpol PP dan PMK, Hanip Matiksan mengaku sempat mengalami kendala dalam proses pengisian air di lapangan. Tak hanya itu, akses jalan yang sempit dan warga yang memadati jalan juga menjadi kendala dalam memadamkan api. Meski begitu, hambatan ini bisa teratasi setelah personel TNI dan Polri serta instansi lainnya terjun membantu membuka jalan.

Hingga Pukul 19.00 Wita tadi malam, proses pendinginan masih dilakukan. Seluruh armada diturunkan, dibantu dua unit water canon dari Polres Tarakan dan Batalyon Raider 613 Raja Alam, Pertamina dan instansi lain yang memiliki armada pemadaman api maupun tangki air.

“Semua armada dengan 70 personel kita turunkan. Api baru dipadamkan sekitar 4 jam kemudian. Angin sangat kencang sekali, yang dari tengah langsung menjalar ke depan di Pasar Batu. Kios semua terbuat dari kayu, dari tengah sampai rumah penduduk habis,” ungkapnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Nurul Lamunsari