Tana Tidung

Ekowisata Kujau jadi Destinasi Wisata Baru

Berbagai tempat hiburan di KTT sudah semakin banyak pilihan, salah satunya ekowisata di Desa Kujau, Kecamatan Betayau. (Foto: Hanifah/Koran Kaltara)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Ekowisata yang berada di Desa Kujau, Kecamatan Betayau kini nampak banyak kunjungan setiap harinya terutama pada akhir pekan dan liburan panjang. Ekowisata ini menyediakan pemandangan luas dengan berbagai permainan luar (eksternal). Tempat wisata ini menyediakan berbagai aktivitas outbond mulai dari panjat jaring laba-laba, jembatan gantung hingga flying fox yang sangat digemari…

TANA TIDUNG, Koran Kaltara– Ekowisata yang berada di Desa Kujau, Kecamatan Betayau kini nampak banyak kunjungan setiap harinya terutama pada akhir pekan dan liburan panjang. Ekowisata ini menyediakan pemandangan luas dengan berbagai permainan luar (eksternal).

Tempat wisata ini menyediakan berbagai aktivitas outbond mulai dari panjat jaring laba-laba, jembatan gantung hingga flying fox yang sangat digemari oleh pengunjung, baik lokal maupun luar daerah.

Ekowisata ini mulai dilirik pengunjung dari luar daerah karena tempatnya persis di depan jalan utama sehingga tidak menyulitkan pengunjung luar daerah mencari tempat wisata ini.

“Tempatnya strategis berada persis di depan jalan yang setiap harinya dilalui masyarakat yang ingin bepergian ke Malinau ataupun ke Bulungan. Makanya tak heran ada saja pengunjung dari luar daerah. Kami pun melakukan pembenahan yang jauh lebih baik dari saat pembukaan dua bulan yang lalu,”ujar Sopyan, salah satu pengelola ekowisata tersebut,  Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan, setiap akhir pekan jumlah kunjungan akan semakin meningkat terutama saat liburan tahun baru beberapa hari yang lalu dimana jumlahnya hingga ratusan, meski diakui lebih banyak yang hanya memanfaatkan momen foto bersama keluarga.

Sekarang ini, berbagai tempat hiburan sudah mulai tersedia di KTT dari ekowisata yang ada di Desa Kujau, Kecamatan Betayau; Bundaran HU di Kilometer  8, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap; air terjun Desa Rian di Kecamatan Muruk Rian; hutan mangrove di Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap dan pemandangan siring (Penurapan) yang ada di Kecamatan Sesayap dan Kecamatan. (*)

Reporter: Hanifa

Editor: Kaharudin