Tana Tidung

Eko Wisata Kujau dan Air Terjun Rian jadi Pilihan Liburan

Berbagai objek wisata sudah mulai ramai dibenahi baik oleh pemerintah desa maupun kabupaten. Tampak jalan masuk air terjun Rian di Kecamatan Muruk Rian (Foto: Koran Kaltara/Hanifah)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari pemerintah Desa Kujau di Kecamatan Betayau berupa eko wisata sangat ramai dikunjungi. Dengan pemandangan danau serta berbagai fasilitas lengkap outbond, mulai dari flying fox, jaring laba-laba, jembatan layang hingga penyeberangan sungai menggunakan perahu atau sampan kecil pun tersedia sehingga menarik minat masyarakat terutama pada akhir…

TANA TIDUNG, Koran Kaltara Program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari pemerintah Desa Kujau di Kecamatan Betayau berupa eko wisata sangat ramai dikunjungi. Dengan pemandangan danau serta berbagai fasilitas lengkap outbond, mulai dari flying fox, jaring laba-laba, jembatan layang hingga penyeberangan sungai menggunakan perahu atau sampan kecil pun tersedia sehingga menarik minat masyarakat terutama pada akhir pekan Sabtu dan Minggu.

Setiap pekannya rata-rata kunjungan mencapai ratusan kunjungan, tak terkecuali air terjun yang berada di Desa Rian, Kecamatan Muruk Rian tak lepas dari pilihan kunjungan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Uus Rusmanda pada Sabtu (15/12/2018) lalu menyebut bahwa pembenahan-pembenahan berbagai objek wisata semakin maksimal saja, apalagi eko wisata yang merupakan program pemerintah desa sudah dapat melihat peluang dan potensi akan dapat meningkatkan pendapatan dari pemerintah desa itu sendiri, sedangkan air terjuan tujuh tingkat setinggi kurang lebih 800 meter tersebut dikelola maksimal oleh pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT).

“Pembenahan maksimal akan terus dilakukan, apalagi masyarakat yang mencari hiburan dan menghabiskan waktu di akhir pekan dengan mencari tempat-tempat yang dapat dikunjungi, air terjun rian sendiri selama beberapa tahun belakangan ini kita fokus melakukan perbaikan, pembangunan apa yang dibutuhkan supaya dapat terus menarik minat kunjungan baik pengunjung lokal dan pengunjung dari luar daerah,”sebutnya.

Disebutkannya, untuk pembangunan maksimal pada air terjun rian mulai pembangunan gapura yang saat ini semakin membaik, jalan sudah merata teraspal (hotmix) sehingga akses jalan menuju tempat wisata tersebut akan memudahkan pengunjung nantinya, lapangan parkir sudah tersedia mampu menampung puluhan kendaraan roda empat dan ratusan kendaraan roda dua, lalu pembangunan tangga yang saat ini berproses dan ditargetkan diselesaikan sampai tingkat ketujuh dengan anggaran kurang lebih Rp 5 Miliar.

“Pembangunan tangga ini akan memberikan kemudahan, keamanan, kenyamanan pengunjung nantinya tidak seperti dulu pengunjung harus melintas ke bebatuan besar yang sangat rawan kecelakaan dengan licinnya bebatuan karena lumut yang sudah menebal, dan akan dilanjutkan dengan pembangunan musholla, sanitasi dan kebutuhan pengunjung lainnya supaya pengunjung lebih betah berlama-lama berkunjung di air terjun rian kelak,”tambahnya.

Ia sendiri mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemerintahan desa Kujau dengan eko wisata dimana secara tidak langsung desa dapat melihat potensi wisata yang dibutuhkan masyarakat mengingat selama ini tempat wisata sangat terbatas dan masih kurang memadai di KTT, ia pun menambahkan potensi wisata di Desa Tideng Pale Timur di Kecamatan Sesayap dengan hutan bakau (mangrove) juga menjadi incaran masyarakat untuk menghabiskan liburan akhir pekan.

“Apalagi tak lama lagi ada liburan akhir tahun tentu saja akan banyak tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi oleh masyarakat, minimal masyarakat hanya menghabiskan waktunya di tempat sendiri dimana dapat membantu masyarakat lainnya membuka peluang usaha, tempat wisata yang terus digali akan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Hanifa

Editor: Kaharudin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 17 Desember 2018