Hukum Kriminal

Dua Minggu, RF Curi Motor di 8 TKP

RF pelaku curamnor bersama dua unit motor hasil curiannya. Baru dua minggu beraksi di Tarakan, RF sudah berhasil mencuri di 8 TKP. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Dari Samarinda, Datang ke Tarakan Cari Korban

TARAKAN, Koran Kaltara – Baru dua minggu beraksi di Tarakan, RF (21) berhasil mencuri motor di 8 tempat kejadian perkara (TKP). RF dibekuk Sat Reskrim Polres Tarakan di salah satu rumah kos di Jalan Gunung Bakso, Minggu (12/5/2019) malam, beserta barang bukti motor Honda Beat warna putih dan motor Satria F yang sempat terbongkar.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Swastika menuturkan, penangkapan RF ini dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan atas laporan salah satu korbannya, Rabu (8/5/2019) lalu, ke Polres Tarakan.

“Kami langsung melakukan penyelidikan, empat hari kemudian kami memperoleh informasi, diduga pelaku ini berada di wilayah Jalan Gunung Bakso,” ujar Kasat Reskrim, kemarin (15/5/2019).

Modusnya, pelaku sengaja datang dari Samarinda ke Tarakan untuk mencari kendaraan bermotor yang bisa dicuri. Motor yang berhasil dibawa kabur, ada yang dijual utuh dan ada yang dibongkar, kemudian suku cadang motor dijual terpisah.

Menurut pengakuan RF, motor hasil curian ini dijual melalui penadah khusus. Teman-teman lama dan jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang pernah dikenalnya saat menjadi narapidana, di Lapas Tarakan.

Saat beraksi, RF hanya bertindak sendirian tanpa dibantu orang lain. Jam kerjanya dimulai sejak 23.00 Wita sampai dinihari. Targetnya, motor yang tidak dikunci stang dan mudah dibawa kabur. RF kemudian mendorong motor tersebut ke tempat yang agak sepi, selanjutnya membongkar kunci kendaraan tersebut agar bisa menyala.

“Pelaku ini beraksi dengan sistem terputus. Bertemu di suatu tempat yang sepi untuk transaksi. Pelaku sendiri tidak kenal dan tidak tahu siapa penadahnya ini,” tandasnya.

Penadah khusus ini merupakan jaringan curanmor yang dikenal RF dari temannya, saat ia menjadi narapidana di Lapas Tarakan dan menghubungkannya dengan jaringan penadah di luar Lapas. RF pernah menjalani hukuman kasus yang sama di Lapas Tarakan, kemudian ke Samarinda dan kembali lagi ke Tarakan.

“RF ini baru dua minggu di Tarakan, dan mencuri motor di 8 TKP. Tapi, baru dua motor yang berhasil kami amankan. Nanti, sisanya akan kami kembangkan, termasuk ke penadah. Sebenarnya sudah kami panggil satu orang yang diduga penadah motor Beat, belum sempat terjual,” bebernya.

Motor hasil curian ini, dijual dengan harga Rp3 juta sampai Rp4 juta. Namun, diakui AKP Ganda pihaknya kesulitan mengejar para penadah, karena pengakuan RF berbeda saat dilakukan penyelidikan. “Dia (RF) pada saat pengembangan menunjukkan rumah, tapi pada saat kami datang tidak ada orang yang namanya disebut pelaku itu,” ungkap perwira berpangkat balok tiga ini.

Kasat Reskrim mengimbau kepada masyarakat agar mengunci stang motor dan menaruh motor di tempat yang aman. “Motornya tolong dilengkapi dengan kunci ganda, atau menambah kunci rahasia. Karena, itu membantu pelaku curanmor ini melakukan perbuatannya,” katanya.

FM dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman 5 tahun penjara. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi