Bulungan

Dua Kecamatan di Bulungan Dalam Pengawasan

FOKUS PENGAWASAN: Salah satu kasus narkoba yang kurirnya diamankan pihak kepolisian di wilayah Bulungan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Disinyalir Menjadi Pasar Peredaran Narkoba

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dua kecamatan di Bulungan, menjadi fokus pengawasan pihak jajaran Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Bulungan. Tanjung Selor dan Tanjung Palas. Berdasarkan catatan pada 2018 lalu, Polres Bulungan sudah berhasil mengungkap 31 kasus narkotika. Dari data tersebut diketahui tempat kejadian perkara didominasi di dua kecamatan itu.

Data tersebut juga, menjadi bukti, wilayah Bulungan khususnya Tanjung Selor dan sekitarnya dijadikan para bandar dan pengedar sebagai pasar dalam peredaran narkoba.

Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Reskoba AKP Belnas Pali Padang mengatakan, memang jumlah tersebut terbilang rendah apabila dibandingkan dengan pengungkapan kasus narkoba yang berada di daerah perbatasan. Akan tetapi, dengan jumlah tersebut, harus tetap menjadi atensi bagi semua kalangan mengenai peredaran narkoba ini. Terlebih lagi, untuk kasus narkoba ini menjadi dalang tindak kriminal terjadi. Seperti pencurian, penodongan dan lainnnya.

Tingginya kasus narkoba di Bulungan, lanjutnya, juga dibuktikan dengan jumlah narapida dan tahanan yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bulungan, yang didominasi pelaku narkoba. “Kalau untuk wilayah. Di Bulungan ini, memang Tanjung Selor dan Tanjung Palas yang paling banyak kita ungkap peredarannya. Untuk itu, dua wilayah ini termasuk yang menjadi fokus pengawasan kita. Meski juga tidak mengabaikan di kecamatan lain,” kata Belnas.

“Selain di dua kecamatan tadi, ada juga kasus yang berhasil kita ungkap di daerah-daerah pedalaman. Tapi sedikit saja, kalau dibandingkan dengan dua kecamatan itu,” lanjutnya.

Saat ini, berbagai upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengurangi ataupun memberantas para pelaku narkoba ini. Tidak hanya mengamankan para kurir, beberapa bandar sabu juga saat ini sudah berhasil diamankan. Selain itu juga, sosialisasi dengan bekerjasama dengan pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) juga dengan gencarnya dilakukan. Bahkan, seiring banyaknya kurir yang diamankan, patroli malam langsung ditingkatkan oleh pihaknya.

“Kita juga selalu patroli malam. Kerjasama dengan pihak Polda Kaltara juga kita lakukan dengan melakukan rehabilitasi para pecandu ini,” jelas Belnas kepada Koran Kaltara.

Menurutnya, perlu ada sinergitas dalam memberantas narkoba. Tidak hanya pihak Polri maupun TNI, dari masyarakat juga seharusnya berpartisipasi untuk mengurangi peredaran barang haram tersebut. Apalagi, lanjutnya, Kaltara ini hanya dijadikan jalur perlintasan menuju daerah lainnya di Indonesia.  “Kalau masyarakat ini tidak mau bekerjasama dengan kita, tentu akan banyak hambatan-hambatan untuk mengupas tuntas narkoba ini sampai ke akar-akarnya. Oleh karena itu, saya bilang, masyarakat ini adalah salah sumber informasi kita. Mereka juga harus ada partisiasi dalam memberantas narkoba ini,” tutupnya. (*)

Reporter : Ramlan
Editor : Sobirin