Nunukan

Disekolahkan, Dosen Malah Dinonjobkan

Surat pemberitahuan nonjob massal yang dilakukan Poltek Nunukan. (foto: Asrin/Koran Kaltara)
  • Pemberhentian Massal Puluhan Staf dan Dosen Poltek Nunukan

NUNUKAN, Koran Kaltara – Kampus Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik (Poltek) kembali menjadi sorotan. Sebab,  beredar surat PDD Politeknis Negeri Nunukan nomor 1655/PI.7.PNN/TU/XII/2019 tentang surat pemberitahuan dan ucapan terima kasih, tanggal 30 Desember 2019. Surat itu ditujukan kepada staf dan dosen tetap PPD Politeknis Negeri Nunukan. Dan, surat itu beredar melalui aplikasi WhtasApp.

Dalam surat itu, disampaikan bahwa sehubungan berakhirnya tahun 2019, maka berakhir pula kontrak kerja seluruh staf PPD Politeknis Negeri Nunukan, sebagian dosen tetap kontrak dan seluruh pejabat struktural seperti Kepala Prodi, Sekretaris Prodi, Kepala Laboratorium, koordinator dan lain-lain.

Kemudian surat itu menjelaskan, bahwa untuk kegiatan tahun 2020, kebutuhan staf dan dosen tetap disesuaikan dengan ketersediaan dana. Dan, bagi yang dipanggil untuk perpanjangan kontrak diharapkan kehadirannya pada tanggal 4 Januari 2020.

Luti, salah seorang dosen yang disekolahkan mengaku kecewa dan mempertanyakannya. Ada apa di Poltek Nunukan? Saat disekolahkan, dijanjikan menjadi dosen tetap. Namun setelah lulus, justru di kontrak per 2 tahun.

“Makanya, namanya jadi dosen tetap kontrak. Begitu pula dengan Harijatul Jannah yang masa kontraknya berakhir 2 Januari 2020 sangat menyayangkan terjadinya permasalahan ini. Menurut Harijatul, semestinya kami punya kesempatan sesuai kontrak yang kami tandatangani waktu tugas belajar, yaitu 2n + 1 untuk mengabdi di kampus. Bahkan ada yang belum genap 2 tahun sudah diputus,” terangnya kepada Koran Kaltara, Senin (20/1/2020).

Kemudian dia mempertanyakan klausul surat yang menyebutkan bagi yang dipanggil untuk perpanjangan kontrak kerjanya diharapkan kehadirannya pada tanggal 4 Januari.

“Tapi sebagian besar tidak pernah ada pemanggilan itu. Sebagian kecil saja. Ini kan berimbas semuanya,” tambahnya.

Menurut dia, sekitar 38 orang staf  selama ini bekerja di PPD nunukan. Namun hanya sebagian bahkan tidak sampai separuhnya yang dipanggil kembali untuk bekerja. Begitu juga dengan dosen tetap dan sebagainya.

“PDD nunukan menyekolahkan 12 orang untuk tugas belajar, 2  orang tidak selesai melaksanakan tugas belajar dan sampai sekarang tidak kembali. 3 orang habis masa kontraknya per 2 januari 2020, 1 orang di batalkan kontraknya per Desember 2019 yaitu atas nama Ekasisca,” ungkap dia.

Sementara itu, Ekasisca Contesa, dosen yang disekolah melalui anggaran hibah Pemkab di Poltek menyampaian  bahwa defisit anggaran menjadi ‘senjata’  untuk menonjobkan. Ini merupakan hal yang tidak tepat. Sebab, permasalahan ini harus diskusikan dulu.

“Kita berharap ada pembicaraan yang baik. Kalau langsung keputusan, jadinya lain. Ini lembaga pendidikan , mesti kita diskusikan dengan duduk bersama dan memikirkan solusinya.  Apalagi di Poltek ini, diharapkan dapat meningkatkan dan melahirkan SDM yang unggul di Kabupaten Nunukan,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua PDD Poltek Nunukan, Arkas Viddy saat dihubungi Koran Kaltara, telepon masih belum tersambung.  Bahkan, hingga pukul 18.00 WITA, pesan singkat yang disampaikan Koran Kaltara belum direspon. (*)

Reporter : Asrin

Editor : Sobirin