Nunukan Pendidikan

Disdikbud Jemput Bola LPj Dana BOS 2019

Junaidi

NUNUKAN, Koran Kaltara – Terhitung mulai kemarin, Senin (13/1/2020) hingga Sabtu (18/1/2020) mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan jemput bola laporan pertanggungjawaban (LPj) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2019 di Pulau Sebatik dan daratan pulau Kalimantan. Tim Disdikbud Nunukan terbagi dua, pulau Sebatik dipimpin Sekretaris Disdikbud, sedangkan di daratan pulau Kalimantan dipimpin oleh kepala dinas.

“Jemput pola untuk pertanggungjawaban LPJ dana BOS 2019,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan H. Junaidi saat ditemui Selasa (14/1/2020).

Dia mengatakan, untuk pulau Sebatik dimulai sejak tanggal 13 – 15 Januari. Terbagi di dua titik, Sebatik Barat untuk sekolah yang ada di Sebatik Barat sedangkan Sebatik Timur untuk sekolah yang ada di Kecamatan Sebatik, Sebatik Timur, Sebatik Utara dan Sebatik Tengah.

Untuk pulau daratan Kalimantan dimulai sejak tanggal 14 – 17 Januari, juga terbagi di dua titik yaitu di Kecamatan Tulin Onsoi dan Lumbis. Di Kecamatan Tulin Onsoi, bagi sekolah yang berasal dari Kecamatan Sebuku, Tulin Onsoi, Sembakung dan Sembakung Atulai. Di Lumbis, untuk sekolah di Kecamatan Lumbis dan Lumbis Ogong. Khusus Krayan, ada tim tersendiri dan jadwalnya di tanggal 14 – 18 Januari.

Junaidi mengatakan, untuk dana BOS, sebelum Badan Pemerika Keuangan (BPK) masuk, karena Disdikbud mengevaluasi pengalaman tahun kemarin. Dimana, kebanyakan yang belum lengkap itu masalah perbelanjaan semua sekolah, baik di tingkat SD dan SMP terkait dengan aset barang yang dibelanjakan.

“Itu yang menjadi kendala dalam pelaporan dana BOS. Sebelum BPK turun, kami proaktif ke lapangan, ke semua sekolah. Kepala sekolah kami kumpulkan di beberapa titik. Makanya surat pemberitahuan lebih awal kami kirimkan agar sekolah ada persiapan,” kata Junaidi.

Selain itu, jemput bola LPJ dana BOS juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program Kemendikbud tentang ujian nasional (UN), sekaligus juga sosialisasi untuk usulan kenaikan pangkat guru tahun 2020.

Khusus usulan kenaikan pangkat, guru-guru yang ada di pulau Sebatik dan daratan Kalimantan termasuk Krayan, tidak perlu lagi datang ke Nunukan. Nanti tim dari Disdikbud yang jemput bola di semua kecamatan. Usulan kenaikan pangkat dikumpulkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT), nanti tim yang jemput semuanya.

Hal Ini dilakukan, sebagai bentuk apresiasi kepada guru dengan pertimbangan memudahkan usulan supaya mereka tidak terbebani beban biaya untuk ke Nunukan, dalam hal pengurusan kenaikan pangkat. (*)

Reporter: Sabri

Editor : Didik