Bulungan

Diduga Dapat dari Tambak, Tiga Orang Kurir Sabu Ditangkap

PREES REALES: Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyahwan didampingi Wakapolres Polres Bulungan Kompol Roberto Asfrianza dan Kasat Reskoba Polres Bulungan, AKP Maulana Aryo Bimo saat memipin prees reales pengungkapan sabu 381,31 gram. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Jajaran Sat Reskoba Polres Bulungan berhasil menangkap tiga orang kurir narkoba jenis sabu pada Rabu (22/1/2020). Dari tangan ketiga pria yang diketahui berinisial JU (18), HA (26) dan AR (35), polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 381,31 gram. Polisi menduga, ketiga tersangka ini merupakan satu kumplotan lantaran diamankan dari hasil pengembangan dan di tempat yang berbeda.

Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan, pengungkapan kasus sabu seberat 381,31 gram itu merupakan pengungkapan terbesar di Januari 2019 ini. Ia menyebutkan, selama Januari ini, pihaknya sudah menuntaskan 9 laporan polisi (LP) mengenai tindak pidana narkoba.

“Untuk Januari, kasus ini (pengungkapan sabu 381,31 gram) yang paling besar. Kita juga sudah melakukan pengungkapan beberapa kasus lainnya selama Januari,” kata Kapolres saat memimpin press realese, Senin (27/1/2020).

Mendampingi Kapolres, Kasat Reskoba Polres Bulungan, AKP Maulana Aryo Bimo menambahkan, penangkapan ketiga tersangka ini atas pengembangkan yang dilakukan jajarannya. Di mana, pihaknya mengamankan tersangka pertama berinisial JU di Jalan Sultan Hasanuddin RT 9, Tanjung Selor Hulu sekitar pukul 22.00 Wita. Dari tangan tersangka, polisi menemukan sabu seberat 6,39 gram yang disimpannya di kantong celana bagian depan.

“Kita lakukan penyamaran sebagai pembeli untuk menangkap JU. Saat kita amankan, ada delapan bungkus sabu yang disimpan didepan kantong celana,” katanya.

Dari hasil pengungkapan itu, polisi melakukan pengembangan atas tertangkapnya tersangka JU. Kepada polisi, JU memang mendapatkan barang haram itu dari seorang kurir lainnya berinisial HA. Atas informasi itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan HA tak jauh dari TKP JU. Dari tangan HA, polisi menemukan sabu seberat 37,81 gram yang disimpan HA didalam jok motor merk Yamaha R 15.

“Keduanya ini (JU dan HA), baru-baru sudah transaksi di TKP. Makanya tersangka kedua, kita amankan tak jauh dari TKP penangkapan tersangka pertama,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai disitu, polisi kembali melakukan pengembangan. Dari hasil interogasi yang dilakukan polisi terhadap HA, jika ia mendapatkan sabu-sabu itu dari AR yang berada di sebuah kawasan tambak di Sungai Pangkaran Pulau Tias, Tanjung Palas Tengah, Bulungan.

AR sendiri, diamankan disebuah rumah pondok tambak miliknya sendiri. Saat pondok tersebut digeledah, polisi menemukan sebuah kotak kardus terbungkus plastik hitam yang disimpan dibawah drum air. Saat kotak tersebut dibongkar, polisi menemukan  tujuh bungkus sabu yang siap edar.

“Dari tersangka ketiga, kita berhasil temukan sabu seberat 337,11 gram. Sabu yang kami temukan itu, semuanya sudah siap edar,” ungkapnya.

Lanjut Maulana, dari hasil penggeledahan di rumah pondok milik AR, polisi juga menemukan senjata api (senpi) rakitan yang diduga miliknya. Tidak hanya senpi, polisi juga menemukan sejumlah alat yang digunakan oleh AR untuk membuat senpi , termasuk juga sejumlah peluru aktif. Terkait kegunaan senpi tersebut, AR mengaku jika hanya untuk sebagai alat pelindung diri ketika berada di area tambak.

“Katanya untuk melindungi diri saja. Tapi kita tidak langsung percaya dengan keterangan itu. Kalau soal kepemilikan senpi, kita masih akan kembangkan. Kita juga akan koordinasi dengan satuan reserse (Sat Reskrim Polres Bulungan) atas kepemilikan senpi tersebut,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dua tersangka yaitu JU dan HA dikenakan pasal yang sama. Yakni Pasal 132 (1) junto 112 (2) junto 114 (2) dan 127 (1). Sedangkan untuk AR dikenakan pasal 112 (2) junto 114 (2) junto 127 (1). “Tapi kalau untuk tersangka ketiga (AR) kemungkinan juga akan dikenakan undang-undang darurat atas kepemilikan senpi. Tapi itu (kepemilikan senpi) masih akan kita kembangkan lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan
Editor : Eddy Nugroho