Advertorial

Deteksi Dini Covid-19, Pemkot Bentuk RT Siaga

Wali kota Tarakan Khairul memberikan arahan kepada lurah dan camat di ruang lubung balai kota untuk membentuk RT siaga. ( Foto: Sofyan/Koran Kaltara)

TARAKAN – Berbagai langkah antisipasi penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-19) di Kota Tarakan terus dilakukan. Bahkan pemerintah kota Tarakan membentuk RT Siaga Covid-19. Nantinya, di tiap RT dibentuk satuan tugas (satgas) yang melakukan pantauan kepada warga. Jika ada gejala, ataupun baru datang dari daerah yang terjangkit akan langsung dilakukan karantina lokal.

“Saat ini sudah sangat perlu membuat jejaring petugas yang lebih kuat sampai ke RT, yang kita bahas hari ini bersama lurah dan camat yaitu rencana membentuk RT siaga Covid-19. Bagaimana menyiapkan personel untuk memperkuat surveillance, karena kalau mengandalkan kekuatan Puskesmas dan petugas satgas kota, maka saat semakin banyak pasien-pasien ODP dan PDP akan menjadi kewalahan kalau tidak dibantu oleh jejaring yang lebih kuat,” papar Khairul.

Mulai Jumat (27/3) wali kota akan mengumpukan seluruh ketua RT yang jumlahnya mencapai 444 dengan pemanggilan secara bertahap karena harus menghindari berkumpul banyak orang dan jaga jarak aman. Para ketua RT ini akan diberi arahan jika terjadi skenario paling buruk, yaitu adanya terkonfirmasi positif covid-19, tentu harus dilakukan karantina secara lokal, dan berapa luasannya akan ditentukan berdasarkan riwayat pasien yang positif.

“Meskipun demikian, kita tetap terus berdoa mudah-mudahan tidak ada yang positif. Kita tidak bisa juga menunggu ada warga yang positif baru melakukan langkah pencegahan, mulai besok sampai Senin kita undang ketua RT untuk mendapatkan arahan, waktunya singkat hanya 1 jam menjelaskan, yang penting bagaimana orang bisa mengantisipasi,” ucapnya.

Tarakan termasuk daerah rawan, pasalnya hampir setiap hari ribuan orang datang. Data dari pelabuhan setidaknya ada sekitar seribu orang yang datang, belum lagi dari bandara Juwata Tarakan yang jumlahnya juga mencapai angka seribu.

“Ini kerawanan yang luar biasa, setelah mereka masuk bagaimana pantauan terutama saat sudah sampai di RT masing-masing, tempat tinggal masing-masing. Kalau di pelabuhan dan bandara sudah dipantau tetapi setelahnya harus kita perhatikan juga. Kalau sudah sampai di lingkungan RT melalui kader posyandu, dasmawisma, karang taruna, dan lain sebagainya kita optimalkan dalam RT siaga,” paparnya.

Tugas ketua RT mengkoordinir, karena akan ada kelompok kerja (pokja) keamanan, kesehatan, humas, logistik dan lain sebaginya. Serta melakukan karantina parsial jika ada penemuan positif, sehingga butuh saling menguatkan termasuk dukungan dari pemerintah. Oleh karena itu mulai dari sekarang dilakukan penguatan, dengan membentuk RT siaga selama 24 jam.

“Di satgas kota mencermati perkembangan, termasuk memodifikasi kebijakan sesuai dengan kondisi yang ada,” pungkasnya. (adv/yan)