Bulungan

Desa Wisata Terkendala Infrastruktur dan Jaringan Internet

Selain promosi, insfrastruktur jalan menuju kawasan wisata juga perlu diperbaiki. Salah satunya jalan menuju Desa Wisata Metun Sajau. (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Potensi pariwisata di Bulungan yang begitu besar, diharapkan bisa dikembangkan. Bukan saja wisata alam, nyatanya wisata budaya juga mampu menarik daya minat masyarakat. Namun sayang, sejauh ini belum ditunjang dengan infrastruktur pendukung yang memadahi.

Seperti salah satunya Desa Wisata, di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. Selain memiliki potensi wisata alam, saat ini juga mulai dikembangkan wahana permainan tradisional, dengan konsep sambil bermain, juga sekaligus mengenal tradisi dan budaya salah satu suku asli di Bulungan.

Namun begitu potensi besar itu tentu saja perlu didukung seluruh pihak untuk mensinergikan pembangunan. Pasalnya, hingga saat masyarakat setempat masih mengeluhkan insfrastruktur jalan menuju desa itu dari Tanjung Selor.

Wakil Bupati (Wabup) Bulungan Ingkong Ala mengakui hal itu. Dia mengatakan, lagi-lagi untuk jalan karena ruas itu bagian yang dikembalikan ke kabupaten, maka itu juga akan diperjuangkan, untuk peningkatan dan lainnya. “Pastinya untuk itu sedang kita upayakan,” ujar Wabup saat di Metun Sajau, kemarin.

Bukan hanya itu, keluhan masyarakat juga kaitannya dengan pembangunan tower untuk jaringan komunikasi. Sebab dengan potensi wisata yang melimpah belum bisa dimaksimalkan, karena untuk promosi via internet masyarakat masih terkendala jaringan.

“Memang ada beberapa kendala, namun sebenarnya sebelum mereka mengusulkan kita sudah mempersiapkan. Bahkan selalu kita usulkan, seperti untuk jaringan (pembangunan tower) sejak 2017 kita sudah usulkan melalui Diskominfo,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut wabup, pihaknya sudah berjuang bertemu langsung dengan kementerian terkait. Hanya saja ketentuan UU usulan itu diserahkan ke pusat untuk dilakukan penilaian atau verifikasi. Usulan tersebut juga disinergikan dengan provinsi.

“Nah, pusat juga masih memferivikasi yang mana yang didahulukan. Tetap juga akan dibangun, karena itu kebutuhan. Masalah jaringan ini juga bagian dari kebutuhan dasar,” sebutnya.

Kepala Desa Metun Sajau, Reptoser Njau menyampaikan, selain berharap bimbingan dan dukungan kepada dinas terkait, terutama untuk potensi wisata di desa itu, dirinya juga berharap adanya perbaikan jalan agar para pengunjung yang akan ke Metun Sajau tidak kelelahan.

“Kami berpikir kasihan pengunjung yang akan datang ke desa kami. Apalagi kondisi insfrastruktur saat ini. Pasti ketika sampai di sini sudah kelelahan, karena jalannya banyak yang rusak kita sudah bisa rasakan sendiri.  Kami berharap ke depan bisa dibenahi,” katanya.

Selain itu, dirinya juga menambahkan, promosi potensi wisata di daerahnya dinilai belum bisa menjangkau ke daerah luar. Karena keterbatasan jaringan internet.

“Seperti yang kita lihat kali ini kita tidak bisa mempromosikannya ke pihak luar. Kami berharap pemerintah daerah dapat membangun tower, sehingga desa kami dapat memiliki jaringan komunikasi yang baik,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nurjanah

Editor : Eddy Nugroho