Advertorial

Dapat Keluhan Banjir, Wali Kota Tinjau Lokasi

Wali kota Tarakan Khairul meninjau pembangunan site pile di sungai Sebengkok. (Istimewa)

TARAKAN – Hujan lebat pada Rabu (25/3) lalu membuat beberapa lokasi di Kota Tarakan digenangi banjir termasuk Kelurahan Sebengkok. Untuk itu, Wali Kota Tarakan Khairul meninjau daerah rawan banjir untuk melihat kondisi, sehingga dapat dicarikan solusinya.

Normalisasi sungai Sebengkok sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, namun belum tuntas. Oleh karena itu di era Khairul dan Effendy Djuprianto kembali dilanjutkan pada program yang telah menelan anggaran daerah hingga ratusan miliar rupiah ini.

“Kemarin ada keluhan warga mengenai banjir, kita lakukan penyelesaian secara bertahap. Untuk yang di Sebengkok ini memang ada penutupan drainase karena ada pengerjaan pembangunan drainase, alat berat untuk pasang pancang site pile lewat situ sehingga menghambat air dan menyebabkan banjir,” terangnya, Kamis (26/3).

Diharapkan, dalam sebulan ke depan pengerjaan site pile di drainase sungai Sebengkok bisa cepat selesai sehingga sungai bisa dilebarkan kembali dan pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi tidak lagi kebanjiran.

“Kami berharap warga sekitar sedikit bersabar karena memang sedang proses penanganan, mudah-mudahan secara keseluruhan di 2021 sudah selesai semua masalah banjir, dan genangan-genangan air di kota ini. Kemarin memang hujan deras dan air laut sedang pasang, sehingga air tidak bisa langsung mengelair ke laut,” ungkap Khairul.

Ditegaskan Khairul, bahwa proyek pengerjaan penanggulangan banjir ini merupakan lanjutan dari kebijakan sebelumnya, yang juga sudah berusaha menyelesaikan masalah banjir di Bumi Paguntaka. Dampak yang akan dirasakan tidak akan bisa langsung dirasakan, karena penangananya secara bertahap. Oleh karena itu, masyarakat juga harus mendukung program ini dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.

Karena salah satu penyebab banjir adalah penyumbatan saluran air oleh sampah rumah tangga, karena sering kali ditemukan bekas springbed, body lemari es, mesin cuci, bahkan kayu balok yang menahan sampah lainya terutama plastik, sehingga mirip dengan bendungan. Jika saluran air semuanya bersih dari sampah, maka level banjir yang ada juga akan berkurang. (adv/yan)