Bulungan

Curah Hujan Hingga Maret, BPBD Kaltara Siaga jika Terjadi Banjir

Moh. Pandi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Melalui surat edaran Manteri Dalam Negeri (Mendagri) tertangal 30 Desember 2019, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Gubernur mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada bupati dan walikota se-Kaltara,Direksi BUMD dan BUMN se-Kaltara, Ketua Partai Politik se-Kaltara, pimpinan perusahaan swasta, ketua organisasi kemasyrakatan se-kaltara.

Mengingat curah hujan mulai Januari sampai Maret, Pemprov Kaltara mulai mengambil langkah antisipasi dan persiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Berdasarkan koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Sekprov Kaltara, menghasilkan beberapa poin.

Di antaranya adalah menyiapkan posko siaga bencana. Tak hanya itu, SDM juga perlu disiapkan dengan menerjunkan relawan jika terjadi bencana.

BPBD telah membentuk bebrapa forum yang dinamakan Desa Tangguh Bencana (DISTANA) dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Sampai saat ini kita telah membentuk forum DISTANA di lima desa, dan target tahun ini 10 desa yang mau kita bentuk. Tujuan dibentuknya forum ini untuk memberikan pelatihan hingga sampai bentuk relawannya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltara, Moh. Pandi, Selasa (14/1/2020).

Dia menyebutkan, beberapa desa yang telah terbentuk, di antaranya Desa Long Peso, Long Bia, di kabupaten Bulungan. Sementara itu, terdapat juga di kabupaten Malinau yaitu Desa Salap, Desa Belayan. “Kita memilih desa ini dikarenakan daerahnya masuk dalam kategori rawan banjir,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Pandi, pihaknya memfokuskan ke beberapa desa. Program ini juga ditunjang oleh kesiapan anggaran.

Untuk diketahui, Tim Distana dibentuk sejak tahun 2017, dengan difasilitasi BNPB Pusat. Dengan adanya forum ini, diharap dapat mengurangi risiko bencana. (*)

Reporter : Martinus
Editor : Nurul Lamunsari