Bulungan

Bulungan Masih jadi Primadona Daerah Migrasi

PENDUDUK – Pertumbuhan penduduk di Bulungan melalui migrasi dipastikan masih cukup besar. (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Proyeksi pertumbuhan penduduk di Bulungan, khususnya Tanjung Selor hingga beberapa tahun mendatang diprediksi akan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) oleh Pemkab Bulungan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (DPU-PR), bersama tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menunjukan data jumlah penduduk yang terus meningkat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Bulungan M Isnaini mengatakan, prediksi itu dilihat dari perkembangan daerah hingga beberapa tahun ke depan. “Peningkatan jumlah penduduk, itu bisa saja terjadi,” ujarnya.

Berdasarkan data proyeksi pertumbuhan penduduk Tanjung Selor yang juga merupakan Bagian Wilayah Perkotaan (BWP), dalam RDTR menyebutkan penduduk BWP diasumsikan mulai bertambah cepat dari tahun 2020 ke 2024 karena proses urbanisasi, yaitu adanya pembangunan fasilitas pemerintahan. fasilitas sosial, fasilitas ekonomi, perkembangan perdagangan, industri dan jasa yang menarik penduduk masuk dari luar wilayah BWP Tanjung Selor (Migrasi masuk).

Hal itu juga tak dipungkiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalilian Penduduk dan KB (DP3AP2Kb) Bulungan, Aryani Arsyad. Menurutnya Bulungan, utamanya Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi, masih menjadi primadona bagi warga pendatang. Tentu saja dangan begitu, ada peluang dan tantangan yang harus disiapkan oleh Bulungan.

“Bulungan itu masih banyak gulanya, makanya masih menjadi salah satu kota pilihan untuk migrasi. Bahkan jelas, untuk program transmigrasi saja Bulungan masih cukup besar. Apalagi saat ini daerah kita juga berkembanb, nah daerah berkembang itu pasti banyak gulanya,” kata Aryani.

Menurutnya, ada hal yang perlu diatensi dengan kondisi itu nantinya, terutama bagi pemerintah khususnya Bulungan, seperti diantaranya memperbaiki aturan dan sosialisasikan. Agar semua orang paham tentang aturan yang diterapkan, sehingga bisa taat.

“Aturan apa saja, termasuk kependuduk itu harus disampaikan, jangan ada aturan ada nomor dan lembarannya tapi yang tahu hanya lemari. Nah Bulungan sebenarnya masih sangat welcome terhadap pendatang, kita masih luas. Tapi yang harus digaris bawahi, jangan sampai datang kedaerah ini menambah beban, tapi datanglah untuk berkontribusi bagi Bulungan,” paparnya.

Jangan menambah masalah dimaksud, lanjutnya, baik dalam segi apapun, tentunya dengan bagitu juga pengendalian pertumbuhan penduduk diyakini bisa dimaksimalkan. Sebab dalam hal itu, dirinya memastikan bahwasnya juga harus ada peran masyarakat. (*)

Reporter : Nurjanah
Editor : Eddy Nugroho