Hukum Kriminal

Bukti Pengawasan di Malaysia Tak Maksimal

Dua kurir asal Tawau memusnahkan barang bukti sabu yang gagal diselundupkan ke Indonesia. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Selundupkan Sabu ke Sebatik, Dua Kurir Asal Tawau Diamankan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Bukti rapuhnya pengawasan mengenai peredaran narkoba di Tawau, Malaysia tidak terbantahkan. Hampir semua barang bukti sabu-sabu yang diamankan Polri di Kaltara berasal dari Tawau. Bahkan tak sedikit juga kurir yang ditangkap Polisi, berasal dari negeri jiran tersebut.

Baru-baru ini, tepatnya Sabtu (8/2/2020) lalu, jajaran Dit Reskoba Polda Kaltara berhasil mengamankan dua orang kurir asal Tawau.

Direktur Dit Reskoba Polda Kaltara, Kombes Pol Adi Affandi melalui PS Kanit 1 Subdit 1, AKP Hasan Setyabudi mengatakan, kedua kurir yang diamankan di sebuah dermaga ilegal di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah itu berinisial MR dan MA.

Kepolisian menduga, kedua kurir asal Tawau ini merupakan pemain lama yang sudah sering menyeludupkan sabu menuju wilayah Kaltara.

“Kalau keterangannya, baru kali ini. Tapi kita tidak langsung percaya begitu saja. Karena kami duga, keduanya ini memang pemain lama. Bahkan, dia menuju ke Sebatik itu melalui jalur-jalur ilegal yang ada di Tawau,” terangnya kepada Koran Kaltara, Jum’at (28/2/2020).

Hasan mengungkapkan, sesuai dengan keterangan yang didapatkan dari kedua pelaku, barang haram itu didapatkan dari seorang bandar berinisial DA.

DA merupakan warga negara Malaysia, yang memang salah satu bandar di Tawau. Lantaran tidak diperbolehkan melakukan pengembangan hingga ke Tawau, pihaknya hanya bisa melakukan koordinasi dengan aparat keamanan Malaysia untuk ditangkap.

“Kita hanya koordinasi saja untuk tangkap bandarnya. Kita kirim DPO, lalu mereka (keamanan Malaysia) yang menindaklanjuti. Kita juga masih melakukan pengembangan, siapa pemesan sabu itu yang ada di Sebatik,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu tersangka berinisial MR mengaku, untuk menuju ke Sebatik, ia menggunakan jalur yang pengamanannya tidak maksimal.  Bahkan dermaga yang digunakan sebelum menuju ke Sebatik, tak dijaga oleh aparat keamanan. Ia juga mengaku, jika mendapatkan barang haram itu dari rekannya yang memang salah satu bandar besar di Tawau.

“Saya itu hanya diperintahkan saja bawa sabu ini ke Sebatik. Saya lewat dermaga lalu pakai Speedboat menuju ke Aji Kuning. Dermaga yang saya lewati di Tawau itu, salah satu jalur ilegal yang dipakai oleh para TKI. Karena pengamanannya tidak maksimal, makanya saya lewat di situ,” jelasnya.

Lanjut dia, dalam melakukan penyeludupan narkoba menuju Sebatik, tugasnya hanya sebagai kurir. Sesuai dengan arahan yang disampaikan dari bandar, barang haram itu akan dijemput oleh seseorang setibanya di Pulau Sebatik. Namun beruntung, aparat kepolisian yang mendapatkan informasi, langsung mengagalkan peredaran narkoba yang dilakukannya.

“Katanya ada kawan yang jemput nanti. Saya disuruh bawa saja. Kalau upah juga, saya belum terima. Tapi saya dijanjikan, kalau barangnya sudah sampai. Jumlahnya, saya juga tidak tahu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Hariadi