Tana Tidung

Beli Elpiji 3 Kg Wajib Bawa Kartu Keluarga

ILUSTRASI
TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Untuk melakukan penertiban pembelian gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) dan tidak adanya yang membeli dalam jumlah besar, maka Disperindagkop dan UKM meminta agar semua pangkalan dan penyalur elpiji mewajibkan warga yang membeli membawa Kartu Keluarga (KK). Kemudian warga tersbeut didata agar tidak ada satu KK yang digunakan berkali-kali. Pelaksanaan aturan…

TANA TIDUNG, Koran Kaltara– Untuk melakukan penertiban pembelian gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) dan tidak adanya yang membeli dalam jumlah besar, maka Disperindagkop dan UKM meminta agar semua pangkalan dan penyalur elpiji mewajibkan warga yang membeli membawa Kartu Keluarga (KK).

Kemudian warga tersbeut didata agar tidak ada satu KK yang digunakan berkali-kali. Pelaksanaan aturan ini hampir sama persis ketika pembelian minyak tanah (mitan) sebelumnya.

Salah satu warga Desa Tideng Pale, Ani mengakui setelah hampir dua pekan lamanya menunggu pasokan elpiji tiba kini ada peraturan baru yang mengharuskan setiap warga membeli elpiji dengan melampirkan KK.

“Jadi bingung membeli elpiji sekarang harus pakai KK, dan itu pun hanya bisa digunakan sekali sebab tempat kita membeli akan mencatat langsung memasukkan nama yang ada di KK dalam pendataan.  Jadi tidak bisa membeli dua kali,” katanya, Jumat (21/12/2018).

Penggunaan KK ini sendiri dianggap oleh sebagian warga sangat efektif untuk melakukan penertiban terhadap oknum yang ingin mengetap elpiji ini sendiri.  Apalagi pengecer yang ingin menjual kembali, maupun para penjual makanan yang terbiasa membeli dalam jumlah banyak. Sehingga elpiji ini tepat sasaran.

Kepala Seksi  Perlindungan Konsumen, Disperindagkop dan UKM, Andi Burhan mengakui,  penggunaan KK untuk melakukan penertiban serta memastikan pemenuhan kebutuhan seluruh warga Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Elpiji 3 kg memang diperuntukkan bagi warga yang memiliki penghasilan Rp1 juta per bulannya dan bukannya warga yang mampu. Untuk diketahui, setiap pasokan sekitar 3 ribu tabung setiap bulan, tidak pernah mencukupi kebutuhan warga karena ada oknum warga yang membeli dalam jumlah banyak.

“Saat ini kita lakukan operasi pasar untuk kebutuhan elpiji karena selama ini banyak keluhan yang masuk menyatakan elpiji langka, sedangkan pasokannya cukup. Solusinya kita berlakukan penggunaan KK sehingga hanya bisa digunakan satu kali saja setiap membeli,” pungkasnya. (*)

Reporter: Hanifa
Editor: Kaharudin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 22 Desember 2018