Bulungan

Belajar dari Rumah Tekan Kekhawatiran Orangtua akan Dampak Corona

Rusni mendampingi kedua anaknya. (Foto :Martinus/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR Koran Kaltara – Di tengah merebaknya corona virus Disease (covid-19), sejumlah layanan publik mulai dirumahkan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Di Ibukota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, Proses belajar dari rumah mulai diberlakukan efektif minggu ini. Pemerintah berharap orangtua memberikan pendampingan selama anaknya belajar dari rumah.

Kebijakan Work From Home ini di berlakukan pada pelajar maupun mahasiswa. Kemudian bagi tenaga pendidik tetap melakukan rutinitas seperti biasa. Hal ini juga diimplementasikan ke setiap daerah masing-masing, termasuk di Bulungan.

Saat ditemui Koran Kaltara, salah satu orangtua murid, Rusni mendukung kebijakan pendidikan ini. Menurut dia, dengan merumahkan proses belajar dapat mengurangi kekhawatiran para orangtua terhadap inveksi virus Corona.

“Saya punya dua anak yang saat ini di bangku sekolah dasar. Mereka belajar di rumah, sambil saya awasi. Setidaknya saya tanya ke mereka, apa tugas belajar hari ini, sudah dikerjakan belum, sambil saya cek langsung melalui HP (handphone) android,” ujar Rusni, Kamis (26/3/2020).

Sepanjang proses belajar dari rumah masih berlaku, lanjutnya, dia terus memantau anaknya untuk tidak berada di luar rumah. Hal ini demi mencegah potensi penyebarluasan covid-19 menjangkit para peserta didik.

“Yah, kata orang di sekolah, kita diminta pantau anak, jangan sampai main ke luar rumah. Jadi libur ini tidak disalahartikan sebagai liburan. Anak tetap belajar dan mengerjakan soal sesuai aplikasi di HP sampai tanggal 5 April. Jadi kita para orangtua tidak terlalu khawatir, karena dapat memantau langsung anak kita berinteraksi dengan siapa saja,” tandas Rusni menegaskan.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala SDN 001 Tanjung Selor, Andari kepada Koran Kaltara, memberikan penjelasan. “Untuk di SDN 001 sendiri, walau di rumah, anak-anak tetap belajar sesuai dengan jadwal yang ada. Cuma saat ini bedanya mereka belajar dibimbing orangtuanya. Guru-guru tetap memonitor melalui WhatsApp group paguyuban kelas,” jelas Andari.

Lanjutnya, proses kegiatan belajar mengajar berbasis online ini dinilai memudahkan para orangtua murid untuk menyampaikan kepada guru ketika ada kendala yang dialami oleh anaknya.

“Artinya kalau ada masalah orangtua, bisa shering dengan gurunya. Hasil kerja siswa selama belajar di rumah selalu disetorkan ke guru kelas atau wali murid,” papar Andari.

Sementara menurut Kepala SMKN 2 Tanjung Selor, Khoirul Anam, kegiatan belajar mandiri ini Sangat bagus dalam rangka mengurangi penyebaran virus corona. “Sangat tepat dalam rangka pencegahan penularan virus covid-19,” kata Khorul. (*)

Reporter : Martinus
Editor : Nurul Lamunsari