Politik

Bawaslu Nunukan Tertibkan Puluhan APK

Petugas Satpol PP Nunukan bersama instansi lainnya menurunkan salah APK parpol yang tak berizin. (foto: Asrin/Koran Kaltara)
NUNUKAN, Koran Kaltara - Selama dua hari, Badan Pegawai Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan di seluruh wilayah Pulau Nunukan. Komisioner Bawaslu Nunukan Haryadi mengatakan, b ahwa penertiban ini dilakukan mulai Selasa (11/10/2018) hingga Rabu (12/12/2018). Sebelum melakukan penertiban,  pihaknya sudah dua kali melayangkan surat perberitahuan ke masing-masing partai…

NUNUKAN, Koran Kaltara – Selama dua hari, Badan Pegawai Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan di seluruh wilayah Pulau Nunukan.

Komisioner Bawaslu Nunukan Haryadi mengatakan, b ahwa penertiban ini dilakukan mulai Selasa (11/10/2018) hingga Rabu (12/12/2018). Sebelum melakukan penertiban,  pihaknya sudah dua kali melayangkan surat perberitahuan ke masing-masing partai politik (parpol).

Dalam surat pemberitahuan itu, kata dia, Bawaslu  memberikan waktu agar APK yang dipasang diluar titik segera ditertibkan. Penertiban APK yang  melanggar aturan, dengan kategori yang tidak mempunyai ijin tertulis, menempel di tiang listrik dan pohon serta terpasang disarana umum.

“Tapi hingga Selasa (11/12/2018), masih banyak APK yang melanggar. Dalam penertiban kita berkoordinasi bersama Satpol dan Dishub serta instansi lainnya untuk pengamanan,” terangnya kepada Koran Kaltara, Rabu (12/12/2018).

Selain baleho kampanye, lanjut dia, Bawaslu juga menertibkan stiker  di kendaraan umum, sesuai surat edaran Bawaslu RI Nomor 1990/k.bawaslu/PM 00.00/XI/2018  tentang Pengawasan Metode Pemilu 2019.

Dimana, peserta pemilu, tim pelaksana, tim kampanye dilarang memasang stiker dan branding yang memuat citra diri, identitas, ciri-ciri  khusus atau karakterisitik peserta pemilu pada kendaraan transportasi umum dan kendaraan pemerintah.

Menurut dia, larangan pemasangan APK juga berlaku di tempat ibadah, tempat pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan umum.

“Tapi apabila memasang ditempat itu maka akan langsung ditertibkan. Kemudian ukuran dan materi APK juga tidak boleh bertentangn dengan peraturan,”  kata dia.

Pada hari pertama penertiban,  kata dia, Bawaslu Nunukan mengamankan 31 APK, dan stiker branding di kendaraan umum sebanyak 20.

“Penertiban kita lakukan diseluruh  kecamatan dan Kelurahan Pulau Nunukan. Karena hari pertama tidak sempat,  maka penertiban dilanjutkan Selasa (12/12/2018),” bebernya.

Sementara di hari kedua,  menurut dia, petugas menertibkan sebanyak 64 APK dan tiga stiker di angkot. “Jadi totalnya hari kedua ada 67 APK yang kita amankan. Dan hari kedua ini berada di wilayah Kelurahan Nunukan Timur dan di Kecamatan Nunukan Selatan,”  kata dia.

Dia berharap setelah penertiban ini tidak ada lagi pelanggar yang memasang APK tak berijin. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 13 Desember 2018