Politik

Bawaslu Kaltara Ajak Hormati Keputusan KPU

Ketua KPU Arief Budiman mendemonstrasikan daya tahan kotak suara Pemilu 2019 dengan cara menyiramkan air. (Foto: ist/ net)
TARAKAN, Koran Kaltara –Kotak suara Pemilu 2019 berbahan kardus belakangan ini menjadi polemik karena diragukan ketahanan dan keamanannya. Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun berusaha meyakinkan masyarakat bahwa kotak tersebut cukup aman, dan dibuktikan dengan cara diinjak bahkan disiram. Menanggapi polemik ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Utara mengajak publik untuk tidak terlalu mempersoalkan hal ini.…

TARAKAN, Koran Kaltara –Kotak suara Pemilu 2019 berbahan kardus belakangan ini menjadi polemik karena diragukan ketahanan dan keamanannya. Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun berusaha meyakinkan masyarakat bahwa kotak tersebut cukup aman, dan dibuktikan dengan cara diinjak bahkan disiram.

Menanggapi polemik ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Utara mengajak publik untuk tidak terlalu mempersoalkan hal ini. Sebab, penggunaan kardus dengan kualitas tinggi sebagai pengganti kotak suara dari alumunium sudah melalui proses koordinasi lintas lembaga negara dengan memperhatikan segala hal.

Ketua Bawaslu Kalimantan Utara, Siti Nuhriyati menyatakan, pihaknya tetap harus mengikuti dan menghormati keputusan KPU RI yang memilih bahan kardus untuk menghemat anggaran Pemilu. Penghematan anggaran disebut mencapai Rp 6 miliar.

Iapun mewanti-wanti agar hal-hal yang dapat merusak kotak suara tersebut seyogyanya diantisipasi. Tak kalah penting adalah integritas petugas selama proses pemungutan suara.

“Banjir dan segala hal yang bisa membuat kardus rusak harus diantisipasi, supaya logistik yang ada di dalamnya tidak rusak. Tetapi setahu saya surat suara akan dibungkus plastik dan kotak suaranya juga dibungkus plastik demi keamanan, tetapi tetap harus waspada demi keamanan dan kejujuran proses Pemilu,” terangnya, Rabu (19/12/2018).

Lebih lanjut dikatakan Siti, bahwa pihak Bawaslu juga memiliki kewajiban mengawasi pendistribusian kotak suara. Sedangkan untuk pembuatan menjadi tugas KPU RI, dan kotak suara sudah jadi, serta telah didistribusikan ke daerah.

“Kalau untuk pengganti kotak suara yang terbuat dari kardus, yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan, adalah proses penyimpanan atau gudang, harus dipastikan betul-betul tidak banjir atau tempias hujan. Ini langkah langkah objektif supaya kotak suara tidak rusak. Oleh karena itu, kejadian ini jangan dijadikan polemik,” urainya.(*)

Reporter: Sofyan

Editor: Hariadi

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 20 Desember 2018