Headline

Batasi Pendaftar Haji

(Foto: Ilustrasi/Internet)

TANJUNG SELOR, Koran KaltaraKementerian Agama mulai memberlakukan pembatasan jumlah antrean pendaftar dan pembatalan jamaah haji pada Kanwil Kemenag di kabupaten dan kota. Demikian dikonfirmasi Kepala Seksi Pelayanan dan Informasi Haji Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muchtar, Selasa (24/3/2020).

Secara teknis, Kemenag hanya memfasilitasi lima orang yang akan melakukan pendaftaran atau pembatalan haji reguler. “Jumlah pendaftar yang akan melakukan pembatalan haji terpaksa dibatasi untuk mencegah penyebaran covid-19. Setiap hari maksimal lima orang saja,” kata Muchtar.

Lanjutnya, implementasi kebijakan tersebut sudah didukung oleh sistem Kemenag. Dimana sistem pemblokiran pendaftar akan terjadi secara otomatis saat mencapai kuota maksimal. “Setelah kuota per hari terpenuhi, maka sistem pemblokiran pendaftaran atau pembatalan akan dilakukan secara otomatis. Kemudian proses tersebut dapat dilanjutkan esok harinya. Untuk layanan rekam fingerprint dalam proses pendaftaran dan pelimpahan nomor porsi, sementara waktu juga ditunda sampai kondisi kembali normal,” jabarnya.

Sebagaimana diketahui,  daftar tunggu CJH di Kalimantan Utara hingga awal Maret 2020 mencapai 10.179 orang dari lima kabupaten dan kota. Tercatat, daftar tunggu tertinggi berasal dari Kota Tarakan. Yakni sebanyak 4.116 orang dengan masa tunggu hingga 29 tahun. Selanjutnya, ditempati Kabupaten Nunukan dengan daftar tunggu sebanyak 3.312 orang selama 30 tahun.

Kemudian, di Kabupaten Bulungan dengan daftar tunggu sebanyak 1.800 orang yang harus menunggu selama 22 tahun. Dilanjutkan dengan Kabupaten Malinau dengan daftar tunggu sebanyak 641 orang dengan masa tunggu 22 tahun. Terakhir, di Kabupaten Tana Tidung sebanyak 310 orang dengan masa tunggu 20 tahun.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Lamunsari