Ekonomi Bisnis

Balai Karantina Waspadai Distribusi Sembako asal Malaysia

Azhar Aris
  • Antisipasi Makanan Berbahaya di Bulan Puasa

TARAKAN, Koran Kaltara Menjelang bulan puasa, kebutuhan sembako meningkat, distribusi sembako nyatanya tidak hanya dari dalam negeri. Sebagai provinsi perbatasan, produk Malaysia sering masuk secara ilegal ke Kaltara.

Meskipun masuknya secara ilegal, namun dalam momen hari besar permintaan dipastikan meningkat. Oleh karena itu, Balai Karantina Pertanian Kelas IIA Tarakan meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas IIA Tarakan, Azhar Aris mengatakan setiap hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha, serta hari besar keagamaan lainya permintaan sembako cukup tinggi termasuk barang-barang yang berasal dari Tawau.

“Kita mempetakan pengawasan di pelabuhan dan bandara, sehingga temen-temen yang biasanya porsi kerjanya setengah hari kita lakukan 1 hari full, sehingga harus lembur 7 hari 24 jam bertugas khusus di pelabuhan-pelabuhan resmi seperti Malundung, Tengkayu I dan II, dan bandara,” terangnya, Jumat (3/5/2019).

Diakui Azhar, sembako yang beredar di Kaltara ini sebagian besar berasal dari Jawa dan Sulawesi seperti sapi, kambing, sayur-sayuran, bawang merah, bawang putih, dan beberapa jenis sembako lainya. Sedangkan yang berasal dari Malaysia lebih didominasi makanan seperti sosis, daging, bawang bombai, wortel, dan buah-buahan seperti anggur, jeruk, apel, dan lainya.

Karena masuknya ke Indonesia tidak melalui jalur resmi maka keberadaan barang-barang ini harus ditekan. Menurut Azhar tidak ada yang bisa menjamin apakah barang asal Malaysia tersebut aman dari segi kesehatan atau tidak.

“Untuk itu kita tetap awasi, bukti bahwa barang-barang dari sebelah masih banyak beredar di sini adalah hasil sitaan yang ada di gudang kami. Dalam waktu dekat setidaknya ada 2 ton daging ilegal yang akan kita musnahkan, daging ini berasal dari Malaysia, dan masih ada beberapa barang sitaan kita yang juga akan kita musnahkan,” sebutnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa