Tana Tidung

APMS Aryan Tutup Layanan Penjualan

APMS Aryan, Desa Sebidai yang ada di Kecamatan Sesayap tutup dan tidak membuka layanan. Masyarakat menilai APMS tidak maksimal memberikan layanan penjualan. (Foto: Koran Kaltara/Hanifah)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Sudah hampir sepekan terakhir ini, Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Aryan, Desa Sebidai di Kecamatan Sesayap tidak membuka layanan penjualan sehingga masyarakat terpaksa membeli bahan bakar minyak (BBM) ke mitra sub penyalur (pengecer).  Pantauan Koran Kaltara, didepan pagar APMS hanya terpampang spanduk kecil bertuliskan tutup Menurut masyarakat setempat, kalaupun APMS…

TANA TIDUNG, Koran Kaltara– Sudah hampir sepekan terakhir ini, Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Aryan, Desa Sebidai di Kecamatan Sesayap tidak membuka layanan penjualan sehingga masyarakat terpaksa membeli bahan bakar minyak (BBM) ke mitra sub penyalur (pengecer).  Pantauan Koran Kaltara, didepan pagar APMS hanya terpampang spanduk kecil bertuliskan tutup

Menurut masyarakat setempat, kalaupun APMS membuka layanan dalam dua bulan terakhir ini hanya 1 sampai 2 jam saja setiap harinya, sementara pengecer bisa saja menjual sampai berhari-hari sehingga mau tidak mau masyarakat pun yang selayaknya mengandalkan APMS harus berharap banyak pada pengecer.

Wahab, warga Desa Tideng Pale, menyebut bahwa meski saat ini pemerintah melakukan penertiban Harga Eceran Tertinggi (HET) sub penyalur akan tetapi keberadaan pengecer sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebab penyalur resmi seperti APMS justru tidak dapat diandalkan, kalaupun APMS dibutuhkan menjual BBM dengan harga jauh lebih murah dari harga pengecer selayaknya APMS ini perlu diawasi supaya penyaluran dan distribusi BBM benar-benar tepat sasaran.

“Mengapa APMS yang ada di Sebidai ini tidak pernah buka ya, kalaupun buka hanya 1 sampai 2 jam saja seharinya dan sekarang ini malahan benar-benar tutup tapi tidak ada kejelasan, kami sangat berharap penyaluran dan distribusi BBM di APMS ini selalu diawasi supaya BBM tidak lari kemana-mana dan hanya untuk masyarakat supaya benar-benar tepat sasaran,”pintanya.

Apa yang sudah dilakukan pemerintah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (DisperindagKop) dan UKM bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban kepada seluruh pengecer yang ada akan tetapi akan lebih baik melakukan pengawasan serupa ke APMS, pangkalan dan penyalur lainnya supaya BBM yang beredar di KTT akan berjalan tepat sasaran. (*)

Reporter: Hanifa

Editor: Kaharudin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 17 Desember 2018