Kaltim

Anggota DPRD Kritisi Asap TPA Bukit Pinang

MENGGANGGU: Kepulan asap di TPA Bukit Pinang yang dikeluhkan warga sekitar. Asap ini dinilai sangat mengganggu karena cukup pekat . (Permata/KK)

SAMARINDA – Permasalahan asap yang timbul di sekitar pemukiman masyarakat di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang masih menjadi perbincangan. Bahkan Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Celni Pita Sari yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda Ulu angkat bicara.

Dikatakan Celni, kepulan asap terasa mengganggu saat dirinya mengikuti agenda Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan di Samarinda Ulu. Bahkan bau menyengat masih dirasakan, meskipun lokasi pelaksanaan MTQ jaraknya cukup jauh dari lokasi TPA. “Iya, saya rasakan sendiri waktu agenda MTQ. Cukup mengganggu memang,” kata Celni pada Kamis (26/3).

Meski demikian diakui politisi Parta Nasdem tersebut, sampai saat ini pihaknya belum memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas permasalahan itu. Sebagai anggota yang baru pertama kali duduk di bangku parlemen, Celni akan mempertanyakan hal ini kepada anggota-anggota yang sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai wakil rakyat.

“Coba saya tanyakan dulu ya. Siapa tahu sudah pernah dibahas, karena ini bukan masalah baru pasti. Tapi memang selama saya menjabat belum pernah ada pembahasan soal ini sih,” sambungnya.

Dengan adanya permasalahan ini, Celni meminta OPD terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera mengambil tindakan. Apalagi di tengah situasi pandemik virus Corona. Kata Celni, jangan sampai warga disuruh bertahan di rumah, namun kualitas udara mereka buruk dan justru berimbas pada masalah saluran pernafasan.

“DLH harus bisa memastikan itu terbakar atau ada yang membakar. Kasihan juga warga disana. Khawatir memang dibakar, kita harus cek,” tegasnya.

Sementara ini, Celni terus menghimpun informasi dari warga setempat terkait permasalahan asap di TPA Bukit Pinang ini.

Sebelumnya DLH Samarinda menegaskan bahwa pihaknya tak pernah melakukan pembakaran sampah di TPA terserah. Cuaca panas yang melanda Samarinda beberapa waktu ini lah yang memicu terbakarnya sampah yang sudah menghasilkan gas etan.

“Terbakar dengan sendirinya. Kami tidak mungkin sengaja membakar. Bahkan kami lakukan penyemprotan,” tandas Nurrahmani, Kepala DLH Samarinda. (*)

Reporter: Permata Sri Rahayu/Koran Kaltim