Headline

Ancam Tembak Kapolri, HM Dijemput Polisi

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Mengancam akan menembak Kapolri Tito Karnavian, dalam cuitannnya di media sosial facebook, HM (24) terpaksa harus menginap sementara di Polres Tarakan. HM diketahui mengomentari postingan salah satu warga, di sebuah grup facebook dengan mengatakan “tembak”.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan, melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika mengatakan, ia mengetahui adanya ancaman kepada Kapolri ini saat dilakukan patroli cyber. HM pun langsung dijemput, Kamis (18/7/2019) untuk dimintai keterangan. Namun, hingga Jumat (19/7/2019) HM masih dalam pemeriksaan Sat Reskrim Polres Tarakan bersama Densus 88 Anti Teror dan belum diizinkan pulang ke rumahnya.

“Awalnya, dalam salah satu forum facebook ada yang membagikan informasi bahwa Kapolri akan berkunjung ke Tarakan. Kemudian, dalam salah satu komentar ada akun yang menulis bahwa akan menembak Kapolri apabila hadir di Tarakan,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Menanggapi adanya ancaman ini, pihaknya langsung melakukan proses hukum dan menjemput HM di rumahnya. Namun, status HM sendiri belum tersangka, dan masih dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.

“Dia (HM) mungkin berafiliasi dengan salah satu ormas, kemudian merasa sakit hati atas kejadian yang pengamanan demo di KPU di Jakarta,” jelas AKP Ganda.

HM sendiri merupakan pegawai swasta dan warga asli di Tarakan. Ia mengaku masih mendalami apakah HM merupakan salah satu orang yang ikut demo di Jakarta terkait hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden beberapa waktu lalu.

“HM belum tersangka. Tapi, arahnya nanti ke Undang-Undang ITE pasal 45 ayat (1) junto pasal 27 ayat (4) tentang pengancaman dari media sosial,” tegasnya.

Dalam akun HM ini, banyak membagi kejadian di Palestina dan dari hasil profiling, HM beraliran keras. Penyelidikan HM ini juga dipantau langsung Densus 88 Anti Teror yang sudah tiba di Tarakan sejak Kamis untuk memprofiling HM, apakah ada hubungan dengan para radikalisme.

“Nanti, admin grup di facebook ini juga akan kami panggil. Karena admin itu yang membagikan informasi soal kedatangan Kapolri di Tarakan, kemudian dikomentari HM,” tuturnya.

Dalam penyelidikan ini nanti, pihaknya juga akan melibatkan ahli bahasa, ahli ITE dan ahli pidana. “Jadi, selain Densus, ada juga ahli yang dilibatkan. Tapi, penyelidikan tetap di Polres Tarakan,” katanya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Nurul Lamunsari