Kaltara

Akibat Karhutla, 500 Hektare Lahan di KTT dan Bulungan Gundul

Akibat karhutla yang terjadi, membuat 500 Ha lahan didua kabupaten menjadi gundul. (Foto: Istimewa)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi beberapa waktu lalu, menyebabkan lahan seluas 500 hektare yang tersebar di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjadi gundul. Dampak lainnya, akibat kebakaran menimbulkan kabut asap yang hampir meliputi sebagian wilayah provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Jumlah luasan lahan yang terbakar itu disampaikan Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto Nugroho saat menggelar malam akrab dengan sejumlah petugas penanganan karhutla beberapa waktu lalu. “Lahan itu tersebar di dua kabupaten (Bulungan dan KTT). Itulah yang membuat musibah kabut asap beberapa waktu lalu,” katanya kepada Koran Kaltara.

Kapolres mengungkapkan. dalam penanganan Karhutla yang terjadi, memang mengalami sejumlah hambatan. Tidak hanya kesulitan mendapatkan sumber air, sarana dan prasana yang digunakan untuk memadamkan api juga dinilai sangat minim.  Sehingga diakuinya, penanganan Karhutla harus memakan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, lanjut Kapolres, berkat kerjasama yang dibangun antar seluruh stakeholder seperti TNI, BPBD, Dinas PMK dan lainnya, persoalan karhutla bisa diatasi. “Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi (Karhutla). Ini berkat kerjasama kita semua. Makanya kami ucapkan banyak terima kasih, atas kerjasamanya selama ini,” ujar Kapolres.

Untuk titik api yang tersebar di seluruh Kaltara, titik api di Kabupaten Bulungan paling banyak. Terutama titik api di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang mencapai puluhan titik api. Kondisi itu membuat, Kabupaten Bulungan menjadi atensi khusus bagi Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit terkait persoalan karhutla yang terjadi. Sehingga, lanjut Kapolres, berbagai upaya telah dipersiapkan untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya karhutla yang diprediksi akan lebih parah ditahun yang akan datang.

“Kita sudah melakukan upaya pencegahan dini. Apalagi tahun depan diprediksi akan terjadi musim kemarau yang panjang. Hal itu juga dimungkinkan terjadinya Karhutla. Makanya dari sekarang, kita sudah melakukan upaya pencegahan dengan merencanakan membuat embung air. Kita juga minta, agar perusahaan yang ada di Bulungan ini juga melakukan antisipasi kemungkinan karhutla yang terjadi ditahun akan datang,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit berharap pemerintah provinsi maupun Kabupaten/kota juga melakukan upaya sedini mungkin. Dalam hal ini, lanjut Kapolda, pemerintah bisa menganggarkan dalam APBD mengenai penanganan Karhutla. Selain itu juga, adanya persiapan untuk meningkatkan lagi jumlah sarana prasana dalam penanggulangan karhutla. Apalagi, ditahun yang akan datang, diprediksi akan mengalami musim kemarau yang juga sangat berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Terus terang saya mohon dari pemerintah (provinsi dan kabupaten/kota) untuk mulai menganggarkan penanganan karhutla di Kaltara, termasuk juga meningkatkan sarana prasana. Karena kita akui, penanganan karhutla beberapa waktu lalu masih kurang maksimal. Tapi kita bersyukur, berkat kerjasama kita semua, semua persoalan karhutla bisa kita atasi. Dan alhamdulillah juga, penanganan karhutla di Kaltara ini paling cepat diantara provinsi lain,” tutupnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Eddy Nugroho