Politik

AHY Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono

JAKARTA – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono pada Kongres V Partai Demokrat, di Jakarta.

Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon membenarkan terpilihnya AHY sebagai ketua umum secara aklamasi, sebagaimana dilansir ANTARA, Minggu (15/3/2020).

Sebagai pemilik hak suara, Jansen termasuk salah satu kader yang mengikuti sidang pemilihan ketua umum Partai Demokrat yang berlangsung tertutup.

“Iya, karena aku tadi di dalam selaku salah satu pemilik suara. Lengkapnya lihat di Twitterku,” katanya.

Jansen sebelumnya sempat membagikan cuplikan video terpilihnya AHY secara aklamasi melalui akun Twitternya, @jansen_jsp, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Detik-detik Mas AHY diputuskan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat,” cuitnya.

Ia juga menambahkan dalam cuitannya, atas dukungan bulat 34 DPD dan 514 DPC Demokrat se-Indonesia, pimpinan sidang EE Mangindaan memutuskan secara aklamasi AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2020-2025.

Dalam potongan video tersebut, terdengar pimpinan sidang menyampaikan bahwa setelah dilakukan verifikasi administrasi dan dikatakan memenuhi persyaratan maka berdasarkan Pasal 25 ayat 6 dan 7 peraturan tata tertib kongres telah ditetapkan secara aklamasi AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Pimpinan sidang juga menanyakannya kepada peserta kongres yang langsung dijawab setuju secara serentak, diiringi tepuk tangan.

AHY merupakan putra sulung pasangan SBY dan Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono. Sebelum menjadi ketua umum, AHY aktif sebagai Wakil Ketua Umum Demokrat, partai yang telah membesarkan nama sang ayah. AHY juga pernah menjabat sebagai Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) partai berlambang bintang mercy itu.

Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978, ini menghabiskan kariernya di bidang militer. Ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang lalu mengikuti jejak ayahnya melanjutkan pendidikan di Akademi Militer, Magelang.

Pada 2000, ia berhasil menyandang lulusan terbaik serta meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan medali Adhi Makayasa. Prestasi ini makin memantapkan langkah AHY mengikuti jejak sang ayah di bidang militer.

AHY kemudian bergabung dengan kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). AHY sempat ditugaskan ke Aceh pada 2002 untuk membasmi kaum pemberontak.

Meski fokus di bidang militer, ia juga sempat mengenyam pendidikan di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. Pada 2005, suami dari Anissa Larasati Pohan ini berhasil meraih predikat Master of Science in Strategic Studies dengan predikat memuaskan.

AHY pernah dikirim sebagai pasukan penjaga perdamaian Kontingen Garuda XXIII-A ke Lebanon. Ia juga pernah bertugas sebagai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Afganistan selama kurang lebih satu tahun.

Di tengah kesibukannya pada dunia militer, AHY sempat melanjutkan pendidikan master di Harvard University dan mengambil jurusan Public Administration. Ia berhasil menamatkan pendidikan lanjut pada 2010 dengan predikat sangat memuaskan.

Selepas lulus dari Harvard University, ia sempat melanjutkan pendidikan di lembaga militer serta mendapatkan tugas di bidang yang sama.

Namun, keputusan besar diambil AHY pada September 2016. Ia memilih terjun ke dunia politik sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sylviana Murni dengan dukungan koalisi Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.

Keputusan itu membuat AHY harus keluar dari dunia militer. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Mayor Infantri di TNI Angkatan Darat.

Nama AHY sempat mencuat jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun, ia gagal menjadi kandidat calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2019. (*)

Sumber: Antara dan CNN Indonesia