Kaltara

Ada Olahraga Tradisional di Car Free Day

Agus Sutanto

TARAKAN, Koran Kaltara – Untuk pertama kalinya setelah vakum selama beberapa tahun, acara Car Free Day (CFD) akan kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Berbagai kegiatan dan aktivitas permainan disediakan dan difasilitasi untuk dipertandingkan. Termasuk olahraga tradisional seperti egrang, cabang, engklek, gobak sodor, gasing, dan lain sebagainya.

“CFD pada Minggu (16/2/2020) nanti akan ada berbagai kegiatan, seperti Senak Kesehatan Jasmani (SKJ) yang jadul, senan aerobic. Kemudian juga ada olahraga tradisional atau rekreasi masyarakat seperti bakiak dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam acara ini akan dilibatkan pelajar mulai TK, SD, SMP, sampai SMA untuk mengajak hidup sehat,” terang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tarakan, Agus Sutanto, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan, selain mengurangi polusi udara dan emisi, kegiatan CFD juga untuk menyehatkan masyarakat dengan berbagai permainan dan olahraga yang disediakan. Sehingga anak-anak khususnya pelajar dapat berolahraga.

“Kita juga ada futsal mini dan mendatangkan komunitas sepeda seperti selli, MTB, BMX, skate board, dan komunitas lainya. Mereka boleh main sepuasnya di sekitar jalan yang menjadi pusat CFD, yaitu depan Stadion Datu Adil atau Jalan Sumatera,” urainya.
Kegiatan ini, rencananya akan dibuka oleh wali kota Tarakan Khairul dan mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda). Jalan akan mulai ditutup mulai pukul 06.00 Wita sampai siang makismal pukul 12.00 Wita.

“Sementara ini program dilakukan setiap bulan di minggu ketiga. Kita akan melakukan evaluasi jika antusias masyarakat cukup bagus kemungkinan akan dilakukan setiap minggu. Intinya kita lihat dululah bagaimana respon masyarakat. Karena kita ajak berprilaku hidup sehat dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mari kita jaga lingkungan supaya hidup sehat,” ucap Agus.

Dalam CFD juga akan difasilitasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berjualan di arena CFD. Namun tidak diperkenankan menjual makanan yang tidak sehat harus sesuai dengan tema, sehingga hanya diperbolehkan untuk berjualan buah-buahan, sayuran, air mineral dan lain sebagainya.

“Maksudnya makanan yang terbuat dari bahan dasar sayuran, seperti nasi pecel, gado-gado, salat buah, dan lain sebagainya. Kita sudah pesan kepada Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM untuk melakukan pembinaan dan mendukung pola hidup sehat ini,” paparnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Eddy Nugroho