Kaltara

Ada 10 Titik Jalan Rawan Laka Lantas di Jalur Trans Kalimantan

Kondisi salah satu titik jalan Trans Kalimantan, Kilometer 40 Bulungan-Berau yang cukup rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kondisi jalan Trans Kalimantan, khususnya poros Bulungan - Berau belum bisa dilintasi dengan nyaman. Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Lantas Polda Kaltara, Kombes Pol Noviar mengungkapkan, jalan trans Kalimantan yang menghubungankan antara dua kabupaten itu, terdapat 10 titik jalan yang rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas sangat berpotensi…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kondisi jalan Trans Kalimantan, khususnya poros Bulungan – Berau belum bisa dilintasi dengan nyaman. Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Lantas Polda Kaltara, Kombes Pol Noviar mengungkapkan, jalan trans Kalimantan yang menghubungankan antara dua kabupaten itu, terdapat 10 titik jalan yang rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan lalu lintas sangat berpotensi terjadi mengingat arus mudik maupun liburan jelang Natal dan Tahun 2019.

“Tapi kalau yang parah itu sekitar 2 sampai 3 titik saja. Kalau yang lainnya, paling jalannya tidak rata dan kerusakannya sedikit. Tapi itu juga berpotensi menyebabkan kecelakaan,” katanya, kepada Koran Kaltara.

Jalur ini memang paling banyak digunakan. Berbeda dengan daerah lainnya yang lebih banyak menggunakan moda transportasi speedboat. Untuk beberapa titik jalan yang dianggap rawan kecelakaan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah.

Selain itu, pemasangan spanduk imbauan di titik jalan itu sudah dilakukan.

“Kalau untuk perayaan tahun baru nanti, kita lebih fokus di pengamanan di jalan saja, terutama jalur Bulungan-Berau nanti. Karena pasti banyak yang sedang liburan, sedangkan kondisi jalan banyak yang rawan kecelakaan. Belum lagi beberapa titik longsor yang sudah kita survei. Yah semoga saja, pada saat ramainya kendaraan, longsornya tidak terjadi. Supaya kegiatan masyarakat juga bisa lancar pada saat tahun baru nanti,” jelasnya.

Sementara untuk perayaan Natal nanti, semua gereja yang ada di wilayah hukum Polda Kaltara akan dijaga oleh personel yang tergabung dalam Operasi Lilin Kayan 2018. Antisipasi keributan selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 juga dilakukan oleh pihaknya. Bahkan, petugas gencar merazia peredaran minuman keras (miras).

“Kalau Natal nanti, kita fokus di penjagaan gereja. Nah kalau tahun baru, kita lakukan pengamanan masyarakat. Kalau memang perlu, kita akan lakukan razia miras dan lain sebagainya. Supaya tidak ada kekacauan yang timbul. Kalau mau lebih baik, malam tahun baru tidak digunakan untuk kebut-kebutan di jalan tapi lebih banyak berdoa,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 24 Desember 2018