Hukum Kriminal

8 Motor Sewaan Diamankan dari Residivis

DT dan barang bukti 8 unit motor hasil penggelapan, salah satunya digadai Rp4 juta dan dua unit lagi dijaminkan ke orang lain. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Sempat Gadai Motor Sewaan Rp4 Juta

TARAKAN, Koran Kaltara – Setelah diamankan Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara dua pekan lalu, penyidikan terhadap DT alias Rizki pelaku penggelapan lima unit motor terus dikembangkan. Ditemukan, ternyata masih ada tiga motor lagi yang digadai dan dijaminkan ke orang lain.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Wakapolsek Tarakan Utara Ipda Syaifuddin Al Kadrie mengatakan, sejak awal DT memang sengaja mencari motor sewaan untuk digelapkan.

“Pelaku menemukan motor yang memang disewakan, dalam sebuah forum jual beli di Facebook. Pertama DT datangi korbannya di Jalan Pulau Banda, Kelurahan Kampung Satu dan sewa tiga motor sekaligus,” ujar Wakapolsek.

Karena berbekal percaya, korbannya memberikan saja motor miliknya disewa. Ternyata setelah sebulan sewa motor tidak dibayar dan DT langsung hilang jejak. Saat melakukan pencarian motornya, ternyata ia temukan digunakan orang lain.

“Dari keterangan orang yang gunakan motor korban ini, DT tinggal di daerah Juata. Makanya korban laporkan ke Polsek Tarakan Utara. Setelah DT kami amankan, terus dikembangkan mungkin saja ada korban lain,” tuturnya saat dikonfirmasi, Jumat (2/8/2019).

Dari pengakuan DT, selain tiga motor milik korban yang tinggal di Kelurahan Kampung Satu, ternyata adalagi korban lain dan diamankan lagi dua unit motor dari tangan orang yang berbeda. Terakhir, pekan lalu tiga motor lagi diamankan, satu digadai DT dan dua unit lagi dijaminkan ke orang lain.

Alasan DT menjaminkan motor ini, karena sudah menjual motor milik orang yang disewanya. Saat ini, proses penyidikan masih berdasarkan satu laporan polisi dan sisanya berupa laporan pengaduan.

“Jadi, ada 8 motor yang diamankan. Satu motor digadai Rp4 juta dan uangnya habis digunakan untuk memenuhi hidup sehari-hari. Karena, DT ini residivis dan sejak bebas dari penjara tidak punya pekerjaan. Tapi, memang ini sudah ketiga kalinya dia (DT) masuk penjara, dua kasus sebelumnya karena kasus pencurian,” ungkapnya.

Terakhir, DT baru bebas dari Lapas Tarakan awal bulan lalu. Namun, sebenarnya DT ini melakukan tindak pidana di Malinau dan setelah vonis dijatuhkan, langsung dipindah ke Lapas Tarakan.

“DT kami jemput di rumahnya, untungnya waktu kita amankan tidak berusaha melarikan diri. DT kita kenakan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP, ancamannya di atas 5 tahun penjara,” tegasnya.

Ia menghimbau masyarakat yang memiliki usaha rental motor untuk lebih memperhatikan lagi siapa penyewanya. “Apalagi kebanyakan karena saling percaya saja dan tidak menitipkan jaminan. Ini kelemahan rental, padahal pemilik dan penyewa tidak saling kenal. Saya himbau hati-hati dan kalau bisa ada jaminan, apakah KTP atau kartu keluarga,” tuturnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi