Hukum Kriminal

795,51 Gram Sabu Pengungkapan September Dimusnahkan

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan disaksikan para tersangka memusnahkan barang bukti sabu hasil pengungkapan selama bulan September, di ruang data Polres Tarakan, Senin  (7/10/2019). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – September lalu, Sat Reskoba Polres Tarakan mengungkap 5 perkara sabu. Semua perkara ini dalam proses persiapan tahap 1 ke Kejaksaan Negeri Tarakan. Lima perkara dengan barang bukti 795,21 gram ini dimusnahkan, Senin (7/10/2019).

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menuturkan, tersangka D dengan bukti 4 bungkus sabu seberat 130 gram, tersangka AS bukti 7 buah plastik sabu seberat 10,7 gram, tersangka TS dengan 4 bungkus plastik seberat 9,7 gram, tersangka AM barang bukti 14 bungkus sabu dengan berat 611 gram dan tersangka S bukti 3 plastik sabu seberat 33,5 gram.

“Jadi, total barang bukti yang akan dimusnahkan hari ini seberat 795,51 gram hasil pengungkapan sabu September lalu. Dari jumlah barang bukti ini, akan disisihkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan seberat 15,21 gram,” ujarnya.

Pemusnahan dilakukan sebelum kasusnya inkracht, kata Kapolres, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Semua barang bukti ini juga dilakukan uji oleh laboratorium kesehatan daerah, untuk memastikan benar adalah sabu.

“Kita juga sudah mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri dan sepengetahuan pihak Kejaksaan, sebelum pemusnahan dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskoba AKP Danang Yudanto menambahkan salah satu tersangka adalah wanita berinisial TS alias Mama Irfan (52) yang diamankan di rumahnya, Jalan Karang Rejo, RT 7, 26 September lalu. TS diketahui tidak memiliki pekerjaan dan hanya mengandalkan berjualan sabu untuk menghidupi keluarganya.

Sebelumnya, TS ini sudah bolak-balik diamankan personel Polsek Tarakan Barat karena jual judi kupon putih. Kali ini, TS beralih profesi jualan sabu. Dari TS, diamankan 4 bungkus plastik berisi sabu seberat 9,63 gram terbagi dalam satu bungkus kecil di dalam kaos kaki, satu bungkus besar di dalam gayung dan sisanya di atas meja ruang tamunya.

Sedangkan untuk pengungkapan sabu terbesar 14 bungkus sabu dengan berat 611 gram dari tersangka AM. “AM ini diduga merupakan jaringan dari Malaysia. Kami upayakan mengungkap jaringan yang lebih besar. AM ini kemungkinan jaringan besar dan berhubungan dengan jaringan internasional. Kepastian siapa saja pembeli dan berapa kali sudah melakukan transaksi, masih kita dalami,” tandasnya.

Menurut pengakuan AM, sabu didapatnya dari seseorang yang tidak dikenalnya. AM hanya berkomunikasi via telepon seluler, namun tidak pernah bertemu dan tidak saling mengenal. Transaksi pun tidak dilakukan dengan cara betemu langsung, sehingga AM mengaku tidak mengetahui wajah dan nama pelaku.

“Awalnya AM diamankan di jalan, ditemukan sabu didalam jok motornya tapi dalam jumlah kecil, 2 poket. Kemudian, kita kembangkan baru dapat 600 gram di rumahnya, Jalan Sei Semunti, Kelurahan Juata Laut,” tegasnya. (*)

Reporter : Sahida
Editor : Hariadi