Nunukan

63 Warga Nunukan Masih Dipantau Kantor Kesehatan Pelabuhan

Pemeriksaan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.
  • Cegah Penyebaran Virus Corona

NUNUKAN, Koran Kaltara – Kantor Kesehatan Pelabuhan Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan, sampai hari ini, Kamis (13/2) terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap 63 warga Nunukan, yang sebelumnya melakukan perjalanan dari luar negeri.

Pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan terkait dengan penyebaran virus corona.

“Masih ada 63 orang dipantau karena kedatangan tanggal 1 Februari 2020 dari luar negeri. Pantauannya selama 14 hari terhitung dari tanggal kedatangan,” ujar dr Baharullah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan, ketika ditemui di kantornya, Kamis (13/2).

Ia mengatakan, Pelabuhan Tunon Taka Nunukan merupakan salah satu tempat yang menjadi pusat perhatian pemerintah pusat, terkait penanganan atau pengawasan virus corona.

Dalam rangka kewaspadaan, Kantor Kesehatan Nunukan telah melakukan beberapa hal, bekerja sama dengan lintas sektor, seperti Imigrasi, PT Pelindo, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

Langkah pertama di Pelabuhan Tunon Taka, sebagai pintu masuk kedatangan internasional dari luar negeri khususnya Tawau, Sabah Malaysia. Setiap penumpang kapal fery akan terpantau lewat alat thermo scanner.

Ketika penumpang suhu badannya di atas 38 derajat, alat thermo scanner otomatis akan berbunyi dan langsung memotret orangnya sehingga mudah diketahui.

Hasil pemantauan selama ini, semenjak virus corona merebak, belum didapati penumpang yang suhu badannya di atas 38 derajat.

Langkah kedua yang dilakukan adalah pemberian kartu pengawasan HAC (Health Alert Card). Setiap penumpang yang datang dari luar negeri akan mengisi identitasnya di kartu tersebut.

Tujuannya, untuk memantau selama 14 hari sejak kedatangan. Pengawasan dan pemantauan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, dalam hal ini Puskesmas se-Kabupaten Nunukan.

“Ketika warga yang berasal dari luar negeri atau negara terjangkit, itu diawasi dan dipantau ketika dia sudah di rumahnya,” jelas dr. Baharullah. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik