Kaltara

6 Jam Penumpang Terkatung-katung, Sebelum Dievakuasi

SB Menara Gading yang kandas di sekitar muara Tanjung Selor, setelah kembali ke jalur 6 jam kemudian, kapal digeser ke KSOP untuk dilakukan pemeriksaan. (Foto : Istimewa)
  • Kandas di Gusung, SB Menara Gading Dilarang Berlayar

TARAKAN, Koran Kaltara – Speedboat Menara Gading yang berangkat dari Tarakan menuju Tanjung Selor, sekira pukul 07.25 Wita Rabu (9/10/2019) pagi kemarin kandas di sungai dekat muara Bulungan. Speedboat kandas setelah 25 menit berangkat dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Kapal yang mengangkut 35 orang penumpang dewasa dan satu anak ini, diduga menabrak gusung hingga akhirnya kandas.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Tarakan, Syaharuddin saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan kecelakaan kapal ini, sekira pukul 07.50 Wita dari Agen Pelayaran. Namun, ia belum bisa memastikan apakah kapal kandas di gusung.

“Saya tidak tahu persis itu gusung. Kemungkinan pas lewat disitu perhitungan nakhoda terhadap pasang surut meleset. Tapi, saya belum bisa pastikan karena belum ada komunikasi langsung (dengan nakhoda),” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari laporan yang ia terima seluruh penumpang dalam kondisi baik. Meski sempat ada kepanikan, namun tidak ada yang terluka. Pihaknya pun sudah melakukan kordinasi dengan Syahbandar Tanjung Selor, maupun instansi terkait lainnya untuk dapat memberikan bantuan.

Bahkan, ia sudah memerintahkan pihak operator yaitu agen pelayaran untuk langsung mengirimkan makanan. “Tapi, memang kita masih terkendala surut air yang begitu jauh. Sehingga kapal bantuan tidak bisa merapat ke kapal yang kandas. Sehingga perbekalan harus di bawa melalui darat. Tapi, pemberian makanan ke penumpang ini bisa dilakukan,” tuturnya.

Meski belum mengetahui penyebab kandasnya kapal ini dengan pasti, karena belum melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda, ia memastikan akan melalukan pemeriksaan langsung setibanya kapal di Tarakan.

Syaharuddin mengaku sebelumnya meminta agen memfasilitasi agar bisa berkomunikasi dengan nakhoda. Namun, ia baru bisa menghubungi nakhoda sore kemarin, karena terkendala jaringan komunikasi selama kapal masih berada di muara Bulungan. Ia pun sudah meminta operator dan agen, agar segera melaporkan perkembanganya.

“Kami belum melakukan pemeriksaan kepada Nakhoda. Saat ini, kami fokus ke evakuasi dan bantuan serta langkah penyelamatan,” katanya.

SB Menara Gading akhirnya baru bisa bergeser ke tengah muara, saat air pasang sekira pukul 13.00 Wita. Namun, tidak diizinkan meneruskan perjalanan ke Tanjung Selor karena KSOP masih akan melakukan pemeriksaan terhadap body kapal.

Sedangkan untuk penumpang, setelah sekitar 6 jam terkatung-katung berada di kapal, akhirnya baru dievakuasi menggunakan speedboat lain yang disiapkan oleh agen. SB Menara Gading. Seluruh penumpang dibawa kembali ke Tarakan dan disandarkan di belakang KSOP, tiba sekira pukul 14.00 wita

Ia pun berharap tidak ada kondisi fisik kapal yang mengalami kerusakan. Rencananya, ia akan akan melakukan pemeriksaan kepada awak kapal, serta kondisi kapal pasca mengalami kecelakaan. “Kami belum bisa simpulkan apa-apa mengenai kondisi kapal, karena kami juga belum melakukan  pemeriksaan fisik terhadap kapal tersebut,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Eddy Nugroho