Hukum Kriminal

4 Kilogram Sabu Masuk Kloset

Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Herry Dahana bersama perwakilan dari Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Tarakan, memusnahkan 4 kg sabu hasil pengungkapan dua kasus narkoba. (Foto: Sahida/Koran Kaltara)
  • BNNP Kesulitan Ungkap WNA Terlibat Sabu 4 Kg

TARAKAN, Koran Kaltara – Barang bukti hasil pengungkapan 2 kasus Sabu, masing-masing seberat 4,103 kg dan 49,4 gram dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), disaksikan instansi terkait, para tersangka dan kuasa hukumnya, Selasa (3/9/2019). Sebelum dimusnahkan, sebanyak 8 gram disisihkan untuk pembuktian di persidangan.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam ember berisi air, dicampur dan diaduk kemudian dibuang ke dalam kloset. Empat orang tersangka yang tersangkut dalam kasus ini, bersama pengacaranya menyaksikan kegiatan pemusnahan hingga proses pembuangan ke kloset.

Dua kasus ini, untuk 49,04 gram sabu dengan tersangka NS dan MH, ditangkap BNNP setelah saling kejar di Jalan Mulawarman, 23 Maret lalu. Sedangkan untuk barang bukti 4,103 kg sabu, dari tersangka DP dan AM merupakan pengungkapan dari paket mencurigakan yang dikirim via jasa pengiriman, 26 Juli 2019.

Pertama ditemukan dua paket diduga berisi sabu, dikemas bersama 11 celana jeans. Pengungkapan sampai ke DP, setelah penyelidikan dilakukan dan diketahui ternyata DP menggunakan identitas SIM C miliknya, untuk keterangan pengirim.

Kemudian diketahui, adalagi satu paket lainnya yang dikirim DP. Paket ini kemudian dikirim ke Makassar, dengan pengawalan dari BNNP. Selanjutnya, DP ditangkap di Makassar, dengan dibantu petugas BNNP Sulawesi Selatan.

“Dari pengakuan DP, sudah dua kali mengirimkan sabu dengan modus yang sama, ia diperintah seorang Warga Negara Malaysia yang dipanggil Abang. Komunikasi melalui telepon dan DP mendapatkan upah Rp20 juta setelah berhasil mengirimkan barang. Kemudian, uang operasional sebesar Rp15 juta,” kata Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Herry Dahana.

Soal keterlibatan Warga Negara (WN) Malaysia ini, Herry mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun, diakuinya karena merupakan warga negara asing, ada mekanisme tersendiri. BNNP tidak bisa langsung melakukan penangkapan.

“Kita tidak bisa main tangkap, karena ini masuk yurisdiksi wilayahnya masuk wilayah internasional. Kita harus berkoordinasi dengan Malaysia,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, belum bisa menentukan apakah WN Malaysia yang diduga terlibat dalam sabu yang dibawa DP ini, adalah salah satu bandar besar di wilayahnya. Namun, menurut pengakuan DP yang sudah dua kali berhasil meloloskan sabu dalam jumlah kiloan, bisa disimpulkan warga asing ini memang bandar di wilayahnya.

“Yah, kita harus kumpulkan fakta kalau memang orang yang disebutkan DP ini adalah bandar besar. Mau dia produsen atau bandar besar, kita belum tahu. Kalau kita bisa buktikan dan didukung semua pihak, pasti akan lebih banyak pengungkapan yang kita lakukan,” tandasnya.(*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi