Tarakan

23 Pelajar Wakili Kaltara dalam Ajang Siswa Mengenal Nusantara

Kadisdikbud Sigit Muryono melepas secara simbolis 23 pelajar untuk mengikuti kegiatan siswa mengenal nusantara 2019 di Kepulauan Riau. (Foto: Sofyan Ali Mustofa)

TARAKAN, Koran Kaltara Sebanyak 23 pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA Kaltara baik negeri maupun swasta mengikuti kegiatan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono mengatakan peserta yang ikut harus mempromosikan potensi daerah agar banyak kunjungan wisata maupun investor.

Di Kaltara terdapat sekitar 42 budaya yang sudah terdeteksi 17 di antaranya sudah mendapatkan sertifikat nasional, dan saat ini sedang mengusulkan 10 jenis budaya. Pada Agustus ini akan ada 27 jenis budaya yang sudah tersertifikasi di Kaltara, budaya yang dimaksud terdiri dari tarian dan nyanyian khas Dayak, bahasa Bulungan, kesultanan Bulungan dan lain sebagainya.

“Kalau ini dipromosikan dan orang tertarik maka akan datang kesini dengan membawa uang, saat berada di Kaltara para turis akan membelanjakan uang sehingga berdampak pada pergerakan ekonomi,” terangnya, Selasa (13/8/2019).

Selain itu, ada juga sektor investasi yang dapat dipromosikan oleh para pelajar Kaltara, karena area perkebunan kelapa sawit masih terbuka lebar, belum lagi lahan pertanian yang membutuhkan SDM yang banyak.

“Mereka ini ada juga yang dari SMK yang konsen terhadap beberapa sektor tadi, oleh karena itu kegiatan SMN Tahun 2019 garapan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dapat menjadi salah satu ajang promosi Kaltara di tingkat nasional, karena pesertanya dari berbagai perwakilan provinsi,” ucapnya.

Selain itu, juga sebagai sebuah tali persaudaraan dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Mingas sampai pulau Rote. Yang kaya akan beragaman, jangan hanya baca buku tetapi kita juga harus proposional untuk mengetahu adat dan budaya lain di luar dari Kaltara.

“Mereka ini perwakilan dari kabupaten/kota yang ada di Kaltara, cuma yang terbanyak dari Tarakan karena jumlah sekolah SMA lebih banyak dibandingkan di kabupaten lain. Anak-anak terpilih karena memiliki kriteria prestosi dan dari kalangan keluarga tidak mampu, serta belum pernah naik pesawat,” ucapnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa