Hukum Kriminal

23 Kendaraan Pengetap Dikenakan UU Lalu Lintas

Kendaraan pengetap. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sebanyak 23 unit kendaraan roda dua yang diamankan jajaran kepolisian saat inspeksi mendadak (sidak) di SPBU di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Senin (10/2/2020) lalu, dikenakan UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Pasal tersebut diterapkan karena sudah terbukti kendaraan diubah bentuknya dengan memodifikasi tangki. Tujuannya agar bisa menampung BBM dalam jumlah banyak.

“Semuanya kita kenakan UU Lalu Lintas karena sudah mengubah bentuk motor. Sementara, semua pemiliknya masih kita mintai keterangan sebagai saksi. Kita juga masih melakukan pengembangan,” kata Kapolres Bulungan, AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kabag Operasi, AKP Ridwan, Selasa (11/2/2020).

Ridwan mengatakan, tidak semua pemilik kendaraan pengetap berhasil diamankan karena saat ada sidak, tak sedikit pemilik yang kabur dan meninggalkan kendaraanya. Sesuai data yang dimiliki, pemilik kendaraan yang diamankan sebanyak 14 orang.

“Mereka semua masih saksi. Kita juga sudah minta keterangan kepada mereka semua. Tapi kalau kendaraanya kita tahan,” ungkapnya.

Tidak hanya kendaraan roda dua yang diamankan, untuk kendaraan roda empat juga diamankan. Namun, untuk penyidikan kendaraan roda empat yang diamankan, diserahkan ke jajaran Sat Reskrim Polres Bulungan.

Ridwan mengungkapkan, jajaran Sat Reskrim nantinya akan menentukan apakah kendaraan yang diamankan itu layak ditingkatkan menjadi penyidikan atau tidak. Namun, ia menegaskan pihaknya tetap akan meminta keterangan untuk mencari tahu adanya dugaan keterlibatan dari pengelola maupun karyawan di SPBU.

“Kalau yang mobil, itu kita serahkan ke reserse (Sat Reskrim). Mereka nanti yang akan melakukan pengembangan apakah layak untuk disidik atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit Tipidter, Ipda M Patria Pratama mengungkapkan, pihaknya masih mencari tahu jenis pasal yang dilanggar oleh kendaraan roda empat tersebut. Sementara pemilik kendaraan hanya dijadikan sebagai saksi.

“Sementara masih klarifikasi terhadap saksi untuk mobil yang diamankan apakah betul memenuhi unsur (pidana). Kita juga masih mencari jenis pasal yang dilanggar,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan, para pengetap yang diamankan itu juga akan dimintai keterangan lebih lanjut mengenai adanya keterlibatan pengelola maupun karyawan di SPBU. Jika nanti dalam keterangan, ada kongkalikong antara pengetap dan pengelola SPBU ataupun karyawan, maka tak menutup kemungkinan pemilik SPBU juga bakal dipanggil.

Bahkan, jika memang arahnya ada yang melanggar hukum, tentu akan dilanjutkan ke proses penyidikan, baik itu terhadap pengetap maupun pemilik dan pengelola SPBU.

“Kalau memang dalam keterangan yang kita dapatkan ada yang mengarah ke sana (kongkalikong), itu pasti kita kembangkan lagi. Pemilik SPBU pun pasti akan kita panggil,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Didik Eri Sukianto