Tarakan

2020 Tarakan Fokus Bangun Infrastruktur Sekolah

Tajuddin Tuwo

TARAKAN,  Koran Kaltara Sebagai upaya menyelesaikan masalah dalam setiap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemerintah kota Tarakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tetap melakukan pembangunan infrastruktur, meskipun kondisi keuangan sedang lesu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarakan, Tajuddin Tuwo mengatakan 2020 pihaknya akan menyelesaikan pembangunan SMP Negeri 7 yang berada di Gunung Belah Kelurahan Pamusian. Nantinya gedung baru ini akan memiliki 6 lantai, namun di 2020 baru akan dibangun hingga 3 lantai karena pembangunan dilakukan secara multiyears.

Saat disinggung mengenai anggaran, Tajuudddin mengaku belum hafal rinciannya karena baru menjabat sebagai kepala OPD. Dirinya mengaku baru akan melakukan pemeriksaan dan melihat pagu anggaran yang ada di OPD-nya tersebut.

Nantinya setiap SMP hanya boleh memiliki maksimal 11 lokal baik itu kelas 1, 2, maupun 3. Jika ada sekolah yang kelebihan lokal, akan dijadikan sekolah baru atau digunakan oleh sekolah lain yang belum memiliki gedung, seperti SMPN 14 dan 13.

“Ada beberapa SMP lainnya yang belum bisa terlaksana pembangunanya selama 2020, kalau SMP 7 nanti memiliki lokal yang banyak maka akan digunakan oleh SMP lainnya karena batas maksimal jumlah kelas di setiap sekolah adalah 11 lokal. Nantinya bertingkat 6 lantai tetapi di 2020 hanya mampu 3 lantai dulu dengan pengerjaan multiyear,” bebernya.

Selain itu, ada juga pembangunan gedung sekolah baru untuk SMP 14 yang berada di Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar, untuk lahan sudah siap yang lokasinya tidak jauh dari SD 41.

Menurut Tajuddin pembangunan fisiknya juga dimulai 2020 untuk tahap pertama, namun lagi-lagi pejabat eselon II yang pernah menjadi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah ini tidak hafal soal anggaran pembangunan.

“Angkanya yang kita siapkan sesuai dengan standar, kemungkinan besar di SMP 14 nanti akan ada 30 lokal atau ruang kelas, untuk anggaran nanti kita pelajar lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa