Tarakan

15 Anggota Polres Dites Urine

Bidang Dokkes dan Bidang Propam Polda Kaltara melakukan uji test pack terhadap 15 sampel urine dari anggota Polres Tarakan, dalam pemeriksaan yang dilakukan kemarin, (11/7/2019). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Dua Terindikasi Positif, Wakapolres Tunggu Hasil Resmi

TARAKAN, Koran Kaltara Sebanyak 15 orang anggota Polres Tarakan dites urine oleh Bidang Dokkes Polda Kaltara dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kaltara secara mendadak, kemarin (11/7/2019). Sebelum dilakukan tes urine, seluruh anggota dikumpulkan untuk mengikuti apel di halaman Polres Tarakan.

Kasubbid Propam Polda Kaltara Kompol Nomenson Damanik menerangkan, tes urine tidak hanya dilakukan di Polres Tarakan tetapi juga Polres lain di Kaltara. Kegiatan ini merupakan program rutin dan dilaksanakan setiap semester.

Setelah Tarakan, selanjutnya tes urine akan dilakukan di wilayah lain di Kaltara secara mendadak dalam bulan ini juga, sebelum atau sesudah kunjungan Kapolri 18 Juli mendatang. Sementara, untuk jumlah anggota yang akan dites urine sesuai input dan laporan dari Propam dan intstruksi Kapolres masing-masing wilayah.

“Berapa sampel nanti yang mau diperiksa, dari Kapolres yang meminta. Terbanyak nanti mungkin di Nunukan, melihat pelanggaran-pelanggaran yang banyak terjadi. Karena, Nunukan itu kan daerah perbatasan,” ungkapnya.

Jika dari hasil pemeriksaan tes urine ada yang terbukti positif mengandung amphetamine, dari Polda akan menyampaikan ke wilayah untuk ditindaklanjut. Kapolres yang selanjutnya akan memerintahkan Propam Polres untuk memberikan sanksi.

“Kita hanya melaksanakan operasinya, jadi tetap anggota polri dimana bertugas, yang berhak menghukumnya adalah kepala satuan wilayahnya,” tandasnya.

Wakapolres Tarakan Bambang Herkamto menambahkan, selain tes urine sebenarnya juga dilakukan pemeriksaan administrasi, surat-surat keanggotaan, sikap dan tampang. Sedangkan, untuk tes urine dilaksanakan secara acak dan tidak untuk seluruh anggota.

“Diacak dan anggota yang diperiksa sebanyak 15 orang. Hasilnya, kami menunggu dari Dokkes Polda Kaltara dan Propam Polda Kaltara,” tuturnya.

15 orang anggotanya yang mengikuti tes urine ini, termasuk anggota yang memiliki catatan disiplin dan catatan lainnya, ada juga anggota yang disampel secara acak. Hasil resmi baru disampaikan paling lama hari ini (12/7/2019), namun dari uji test pack ada dua orang anggota yang terindikasi positif.

“Jika nantinya ada yang terindikasi positif, sesuai intruksi dari Kapolri, kita tidak mentolerir jika ada yang melakukan pelanggaran. Akan kita ajukan ke sidang disiplin dan melihat record anggota. Kalau memang ada, akan dilakukan pemeriksaan dan sanksi ditentukan melalui sidang disiplin atau kode etik,” tegasnya.

Pemeriksaan ini dilaksanakan secara tiba-tiba, bertujuan untuk melihat kesiapan anggota secara administrasi, sikap dan tampang maupun pelanggaran yang lain. Jika ada pelanggaran dalam sikap dan tampang akan diberikan teguran, dengan menyampaikan kepada perwira di masing-masing bagian dan satuan di Polres atau Polsek.

“Kalau pelanggaran administrasi akan dilihat lagi, seandainya sudah kedaluwarsa atau belum pernah membuat nanti akan dibuatkan secara kolektif, sehingga bisa terpenuhi. Seperti, Kartu Tanda Anggota dan surat keterangan untuk pemegang senjata api,” ungkapnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Rifat Munisa