Nunukan

13 Luka Tusuk Tewaskan TKW Asal Nunukan

KORBAN PEMBUNUHAN : Jenazah korban pembunuhan di Kinabalu tiba di Nunukan, Kamis (13/2/2020). (foto: Asrin/Koran Kaltara)
  • Peristiwa Pembunuhan Disaksikan Anak Korban

 NUNUKAN, Koran Kaltara – Setelah diperiksa di rumah sakit Malaysia, TKW asal Nunukan akhirnya tiba di Nunukan, sekitar pukul 14.00 WITA, Kamis (13/2/2020) siang. Korban bernama Rina binti Amat, lahir di Nunukan, 12 Oktober 1984 ini ternyata tewas dengan 13 luka tusukan di tubuhnya.

Kepala BP3TKI Nunukan, Kombes Pol Victor Hotma Sihombing menyampaikan bahwa korban memiliki paspor nomor C3825986. Alamatnya di  Blok Sebelah Seven Eleven, Tingkat 3, Segama, Kota Kinabalu, Malaysia. Korban tewas di dalam kamar kontrakannya. Diduga korban tewas dibunuh mantan suami keduanya bernama Buta alias Barima.

“Jenazahnya sudah tiba hari ini (kemarin, Red). Saya sempat berbicara dengan paman korban. Disampaikan paman korban, kalau motif pembunuhan ini diduga faktor cemburu,” terangnya kepada Koran Kaltara, Kamis (13/2/2020).

Menurut dia, paman korban bernama Lamboi (55) mengaku saat kejadian, ternyata tak hanya korban dan pelaku yang berada di dalam kamar,  tetapi anaknya juga melihat peristiwa tersebut.

“Jadi, ada tiga orang dalam bilik (kamar, Red). Korban langsung meninggal di tempat,” ungkapnya.

Dia menduga korban tewas akibat luka 13 tusukan di perutnya.  Kemudian ada juga tusukan dan sayatan di bagian tangan dan lengan korban.

“Kemungkinan korban sempat melawan saat ditusuk. Korban diduga mencoba menangkis. Tapi kita tidak tahu secara spesifiknya,” tambahnya.

Dia mengatakan belum ada langkah hukum yang dilakukan keluarga korban. Sebab, keluarga korban masih berduka. Dan sebagian besar keluarga korban menghadiri pemakaman korban di Nunukan.

“Setelah selesai pemakaman, mereka akan kembali ke Kinabalu untuk mengajukan keberatan, agar diproses hukum. Karena pelaku ini sudah ditangani kepolisian di Malaysia,” ungkap dia.

Victor menyampaikan bahwa pelaku bekerja di bidang perikanan. “Kalau dari BP3TKI, kita akan berikan santuan. Sebab, apabila meninggal dunia, baik kecelakaan atau apapun itu, kita ada santuan walaupun tidak besar jumlahnya yang diberikan kepada keluarganya,” ungkap dia. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin